The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Krisis Covid-19, Rakyat India Menangis dan Berlarian Cari Oksigen
Seorang pekerja medis menunggu silinder oksigen untuk di-refill (REUTERS/Adnan Abidi/File Photo)
News

Krisis Covid-19, Rakyat India Menangis dan Berlarian Cari Oksigen

Anggaran kesehatan minim.

Jumat, 07 Mei 2021 20:08 WIB 07 Mei 2021, 20:08 WIB

INDOZONE.ID - Warga India berlarian mencoba mendapatkan tabung oksigen, bahkan yang kosong sekali pun.

Ibu Sanchi Gupta adalah salah satu dari 140 pasien COVID-19 di Rumah Sakit Saroj, salah satu rumah sakit dengan perlengkapan terbaik di ibu kota India, New Delhi. Sang ibu menggunakan ventilator dan dalam perawatan intensif. 

Kemudian rumah sakit memberi tahu Gupta dan keluarga lainnya bahwa persediaan oksigennya telah habis. Jadi mereka harus keluar dan mencari tabung oksigen untuk dibawa ke rumah sakit agar orang yang mereka cintai tetap hidup.

“Kami tidak mendapatkan silinder penuh, jadi kami mencoba mencari silinder yang kosong, karena kami masih bisa mengisinya,” Gupta menjelaskan kepada media lokal di luar rumah sakit bulan lalu.

"Kami mengontak LSM (dengan harapan mereka memiliki tangki yang dapat mengisi silinder), semuanya! Kami menggunakan tekanan, setiap kontak. Kami putus asa."

Dia memohon jawaban dari orang asing di trotoar di luar rumah sakit.

Baca Juga: Viral, Pasien Covid-19 di India Dibiarkan Tewas karena Kekurangan Oksigen

"Apa yang terjadi dengan pemerintah? Mengapa kita tidak punya oksigen?" Gupta menangis. "Mengapa? Mengapa ini terjadi?"

Dengan total 300 ribu kasus sehari, selain kekurangan oksigen, India juga kekurangan tempat tidur rumah sakit, obat antivirus, alat tes virus corona dan hampir semua alat yang dibutuhkan negara mana pun untuk melawan pandemi.

Menurut ahli imunologi di Institut Penelitian dan Pendidikan Sains India di Pune, Dr. Vineeta Bal, apa yang dialami India saat ini merupakan konsekuensi akibat tidak adanya anggaran kesehatan memadai untuk negara dengan total penduduk hampir 1,4 miliar itu.

"Ini mengecewakan. Kami bukan negara kaya. Selalu ada anggaran kesehatan yang tidak memadai," kata Dr. Vineeta Bal.

Bal mencatat bahwa India berinvestasi lebih sedikit pada kesehatan publik hanya sedikit di atas 1% dari produk domestik bruto (pdb) dibandingkan kebanyakan negara lain.

Brasil menghabiskan lebih dari 9% dari PDB-nya untuk kesehatan; di Amerika Serikat, angkanya hampir 18%.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US