The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

ASDP Bakauheni Sebut Ada 166.026 Warga yang Mudik Sebelum Diberlakukan Larangan
Kapal dari Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, yang ingin bersandar di Pelabauhan Bakauheni, Lampung, guna menurunkan penumpang dan muatan yang dibawanya, Kamis, (6/5/2021). (FOTO ANTARA/Dian Hadiyatna)
News

ASDP Bakauheni Sebut Ada 166.026 Warga yang Mudik Sebelum Diberlakukan Larangan

Kamis, 06 Mei 2021 17:59 WIB 06 Mei 2021, 17:59 WIB

INDOZONE.ID - PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Lampung menyebutkan ada 166.026 orang penumpang telah tiba di Bakauheni dari Pelabuhan Merak, Provinsi Banten, mulai 1-5 Mei 2021 atau sebelum larangan mudik Idul Fitri (Lebaran) 1422 Hijriah diberlakukan.

"Lima hari pertama di Mei atau sebelum larangan mudik diberlakukan, kita mencatat kedatangan penumpang terbanyak pada Selasa (4/5) dengan 38.414 orang yang turun Bakauheni ini dari Pelabuhan Merak, Banten" kata Humas PT ASDP Indonesia Ferry Cabang Bakauheni, Lampung, Syaifullahil Maslul, saat dihubungi dari Bandarlampung, Kamis (6/5) dikutip dari ANTARA.

Ia merinci bahwa pada Sabtu (1/5) jumlah pemudik yang turun di Pelabuhan Bakauheni, baik pejalan kaki maupun dalam kendaraan, berjumlah 38.201 orang. Pada Minggu (2/5) yang tiba sebanyak 34.338, dan Senin (3/4) tercatat 37, 327 orang.

"Sehari sebelum pelarangan mudik, penumpang yang turun di Pelabuhan Bakauheni mengalami penurunan, dan jumlahnya hanya 17.836 orang," katanya.

Ia menyebutkan kondisi Pelabuhan Bakauheni pada Kamis (6/5) sepi dibandingkan hari sebelumnya, karena larangan mudik sudah diterapkan.

Baca juga: Jubir Kemenhub Ingatkan Warga Jangan Tergiur Travel Gelap Mudik Lebaran

Dia menyebutkan kendaraan penumpang yang tiba mulai 1-5 Mei didominasi mobil sebanyak 17.984 unit, sepeda motor 10.748 dan bus 1.459.

"Sedangkan untuk pemudik pejalan kaki tercatat 11.056 orang," kata Syaifullahil Maslul,

Disisi lain, salah seorang pemudik asal Kabupaten Pesawaran, Lampung, Kuswanto (40) beralasan bahwa dirinya mengambil mudik lebih cepat sebab pada Kamis (6/5) akan ada pelarangan mudik secara nasional.

"Kita kan mau pulang ketemu keluarga di rumah. Kalau mendekati Lebaran mudiknya keburu tidak diizinkan untuk pulang kampung," katanya.

Demi mudik lebih cepat, ia rela tidak mengambil gajinya karena memang sudah rindu dengan keluarganya di rumah.

"Kerjaan saya kuli bangunan, pulang karena sudah lama tidak mudik, bahkan saat ingin mudik gaji saya belum diambil, hanya dikasih uang ongkos saja," demikian Kuswanto.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US