The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta Perampok Emas di Medan, Kabur ke Rumah Ortu di Dairi, Emas 6,8 Kg Ditimbun Tanah
Para pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan. (Tangkapan layar Instagram @buletinmedan)
News

Fakta Perampok Emas di Medan, Kabur ke Rumah Ortu di Dairi, Emas 6,8 Kg Ditimbun Tanah

Rabu, 15 September 2021 23:14 WIB 15 September 2021, 23:14 WIB

INDOZONE.ID - Setelah berlalu hampir tiga pekan, pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Kota Medan, yang terjadi pada Kamis, 26 Agustus 2021 lalu, akhirnya dipaparkan.

Mereka ada lima orang, yakni Hendrik Tampubolon (38 tahun), Dian, Farel (21 tahun), Paul (32 tahun), dan Prayogi alias Bejo (25 tahun).

Dalam paparan di Mapolda Sumatera Utara hari Rabu (15/9/2021), hanya empat yang dihadirkan. Itu karena tersangka pertama, Hendrik Tampubolon, sudah meninggal dunia karena ditembak mati oleh polisi.

Polisi menyebut, Hendrik ditembak mati karena melawan saat dibawa untuk menunjukkan lokasi arah pelarian serta tempat titik kumpul mereka saat beraksi.

Setelah mengumpulkan bukti-bukti kuat dan keterangan sejumlah saksi, polisi pertama menangkap Hendrik di rumah orangtuanya di Sidikalang, Kabupaten Dairi. Di sanalah dia bersembunyi sejak melakukan perampokan itu.

Para pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan. (Tangkapan layar Instagram @buletinmedan)
Para pelaku perampokan toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan. (Tangkapan layar Instagram @buletinmedan)

Dia ditangkap pada Kamis, 9 September 2021. 

Saat menangkapnya di Sidikalang, polisi menemukan tiga senjata api yang digunakan Hendrik bersama komplotannya saat beraksi.

Senjata api itu disembunyikan di bawah timbunan dedaunan kering di belakang rumah orang tuanya.

Hendrik disuruh langsung menyerahkan senjata-senjata itu kepada polisi.

"Pistolnya yang satu lagi mana? Yang pendek, yang pendek. Kan tiga, kan tiga," kata salah seorang polisi kepada Hendrik.

Saat diringkus, Hendrik mengenakan kaos hitam dan jins biru.

Polisi yang meringkusnya pun merasa girang dan membuat video.

Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)

"Halo, Guys, awalnya tidak nampak sesuai rencana. Tetapi dengan bantuan doa dan dukungan. Guys, hari ke-13!" kata salah seorang polisi memamerkan hasil kerjanya.

Selain senjata api, emas sebanyak 6,8 Kg hasil rampokan juga disembunyikan di belakang rumah Hendrik. Emas itu awalnya disimpan di atas plafon rumah, sebelum kemudian ditimbun di dalam tanah.

Emas tersebut diserahkan oleh para komplotan Hendrik dan tidak sempat dijual sedikitpun oleh Hendrik.

Dalam kasus ini, Dian adalah teman dekat Hendrik yang pertama bertemu dengan Hendrik untuk mengatur strategi dan mencari orang dalam aksi.

Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)
Pelaku perampokan toko emas di Medan. (ist)

Dian adalah orang yang bertugas merekrut Prayogi, Paul, dan Farel, lalu mempertemukan mereka dengan Hendrik.

Prayogi, Paul, dan Farel dijanjikan uang Rp100 juta oleh Hendrik saat direkrut.

"Kami disuruh Bang Hendrik, Pak. Katanya tanggal 25 Agustus," kata salah seorang dari mereka saat paparan di Mapolda Sumut, Rabu (15/9/2021).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US