The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Isu Radikal Jadi Alasan PT Pelni Batalkan Kajian Ramadan, Padahal Pendakwahnya Ketua MUI
Kolase foto Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto dan Ketua Umum MUI Cholil Nafis (Twitter/Antaranews)
News

Isu Radikal Jadi Alasan PT Pelni Batalkan Kajian Ramadan, Padahal Pendakwahnya Ketua MUI

Kamis, 08 April 2021 22:35 WIB 08 April 2021, 22:35 WIB

INDOZONE.ID - PT Pelni membatalkan kajian online Ramadan karena belum mendapat restu direksi hingga isu radikalisme.

Namun menariknya, satu di antara pendakwah yang diundang mengisi kajian tersebut adalah Ketua MUI Cholil Nafis.

Melalui akun Twitter @cholilnafis, Cholil membenarkan bahwa dirinya termasuk dalam pendakwah yang seharusnya mengisi acara.

"Ia betul sdh komfirmasi ke saya. Saya dihubungi utk isi kegiatan Ramadhan sbgmn masjid lainnya minta waktu ke saya utk berceramah. Krn waktunya yg cocok dan daring maka saya terima, dan saya tak pernah menanyakan dg siapa dan siapa saja asatidznya yg diundang," tulis Cholil.

Cholil mengaku tidak pernah bertanya tentang daftar ustaz yang mengisi kajian tersebut. Dia juga mengaku telah diberi tahu bahwa kajian itu telah dibatalkan.

"Ya. Dulu sdh dikomfirmasi dari sebulan lalu lebih ke saya. Saya tak tahu siapa saja yg mengisi di kajian hari lainnya. Tapi tadi sdh di WA ke saya bahwa seluruh kajian itu dibatalkan," tulisnya.

Sebelumnya, Komisaris Independen PT Pelni Kristia Budhyarto mengatakan bahwa pejabat di jajarannya yang menyelenggarakan kajian online Ramadan telah dicopot.

Alasannya, menurut Kristia, karena isu radikalisme. Tak hanya mencopot pejabat terkait, PT Pelni juga membatalkan kajian online Ramadan tersebut.

Hal ini disampaikan Kristia melalui akun Twitter @kangdede78, Kamis (8/3/2021).

Kristia mengatakan, acara itu tidak memeroleh izin dari direksi.

"Sehubungan flyer info penceramah dlm kegiatan Ramadhan di lingkungan PT @pelni162 dr Badan Dakwah Pelni yg sudah beredar luas perlu saya sampaikan bahwa: Panitia menyebarkan info terkait pembicara Ramadhan belum ada ijin dari Direksi. Oleh sebab itu kegiatan tsb DIBATALKAN," tulis dia.

Tak sampai di situ, Kristia Budhyarto juga mengatakan bahwa pejabat yang berkaitan dengan acara itu juga dicopot. 

Relawan Presiden Joko Widodo pada Pilpres lalu ini pun mengingatkan kepada seluruh jajaran BUMN agar tidak segan-segan mencopot pegawainya yang terlibat radikalisme.

"Selain itu pejabat yg terkait dgn kepanitiaan acara tsb telah DICOPOT. Ini pelajaran sekaligus WARNING kpd seluruh BUMN, jangan segan-segan MENCOPOT ataupun MEMECAT pegawainya yg terlibat radikalisme. Jangan beri ruang sdktpun, BERANGUS," kata dia.

Berdasar tangkapan layar flyer yang beredar, kajian online Ramadan itu seharusnya digelar tiap Kamis di Bulan April. Pendakwah yang mengisi acara ada lima orang. Di antaranya Ustaz Firanda Andirja, Ustaz Rizal Yuliar, Ustaz Syafiq Riza Basamalah dan Cholil Nafis.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US