The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Puluhan Liang Lahat Khusus Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Jadi Genangan
Liang lahat siap pakai di TPU Bambu Apus, Jakarta Timur, terisi oleh genangan air hujan akibat kontur lahan yang miring serta intensitas curah hujan yang lebat, Kamis (18/2/2021). (ANTARA/HO/Dinas LH DKI)
News

Puluhan Liang Lahat Khusus Jenazah Covid-19 di TPU Bambu Apus Jadi Genangan

Di lahan yang miring.

Kamis, 18 Februari 2021 15:37 WIB 18 Februari 2021, 15:37 WIB

INDOZONE.ID - Puluhan liang lahat yang dipersiapkan sebagai lokasi pemakaman jenazah Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Bambu Apus, Cipayung, Jakarta Timur, tergenang air usai diguyur hujan, Kamis (18/2/2021).

"Liang lahat yang terisi air hujan itu seluruhnya yang sedang kita persiapkan untuk pemakaman jenazah. Jumlahnya sekitar 30 titik di blad 5," kata Kepala Satuan Pelaksana TPU Bambu Apus, Koko seperti dikutip Antara.

Menuru Koko, awalnya liang lahat tersebut sengaja dipersiapkan pengelola pemakaman agar mempercepat proses pemakaman pasien Covid-19. Pasalnya, jumlah jenazah yang dimakamkan dengan prosedur Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir relatif tinggi, mencapai rata-rata 15-30 jenazah per hari.

Baca Juga: Tak Setuju Jika Edhy-Juliari Dihukum Mati, Legislator PKS: Tak Bisa Ungkap Aktor Lainnya 

Hal inilah, sambung Koko, yang membuat sebanyak 40 petugas gali kubur di lokasi kewalahan menangani jumlah jenazah yang harus dikuburkan secara manual setiap hari.

Sejak sepekan terakhir TPU Bambu Apus memperoleh bantuan alat berat jenis backhoe loader untuk mempercepat proses penggalian liang lahat khusus jenazah Covid-19.

"Tukang gali kuburan kita ada 40 orang, tapi kan mereka juga harus ada istirahat, sehingga dibantu alat berat dari Pemprov DKI," urainya.

Koko menjelaskan, sejak beroperasinya alat berat tersebut telah menghasilkan puluhan liang lahat, hingga menyisakan sekitar 30 liang lahat yang saat ini siap pakai.

"Namun karena kedatangan jenazah yang dikuburkan pun berkurang, sehingga saat terjadi hujan terisi air liang lahatnya. Sebab dibiarkan terbuka. Selain itu, tanahnya juga tergolong lengket sehingga air tidak mudah meresap ke dalam tanah," sambungnya.

TPU Bambu Apus, jelas Koko, semula merupakan lahan perkebunan dengan kontur lahan yang miring. Lahan seluas 3.000 meter persegi itu dibuka pada Kamis (21/1/2021) sebagai fasilitas pemakaman darurat bagi pasien Covid-19. 

"Sebab di TPU Pondok Ranggon sudah full, jadi alternatifnya ke TPU Bambu Apus," jelas dia.

Dari total lima blad pemakaman yang tersedia, kata dia, empat di antaranya sudah dinyatakan penuh, yakni blad 1, 2, 3 dan 4.

"Yang blad 5 ini baru saja kita buka untuk menampung sekitar 100 jenazah. Tapi posisinya ada di lahan yang miring, jadi kalau hujan otomatis airnya mampir," tutur dia.

Koko memastikan kondisi liang lahat yang terisi air hujan tidak menghambat proses pemakaman jenazah. Sebab, pengelola TPU Bambu Apus punya dua alat pompa untuk menyedot genangan air di liang lahat sebelum jenazah dimakamkan.

Artikel Menarik Lainnya:

Fiddy Anggriawan
JOIN US
JOIN US