The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Kasus Tagihan Listrik Rp19 Juta, Pelanggan Hanya Bayar Satu Jutaan
Ilustrasi listrik. (Pexels/Pixabay)
News

Viral Kasus Tagihan Listrik Rp19 Juta, Pelanggan Hanya Bayar Satu Jutaan

Sudah diselesaikan.

Selasa, 11 Agustus 2020 15:11 WIB 11 Agustus 2020, 15:11 WIB

INDOZONE.ID - Keluhan pelanggan Perusahaan Listrik Nasional (PLN) terkait tagihan meteran mereka yang membengkak pada masa pandemi Covid-19 telah menjadi catatan penting bagi perusahaan pelat merah tersebut.

Dalam sebuah unggahan akun Twitter @ammurdaardaa, tagihan yang disampaikan padanya sangat tidak wajar karena mencapai Rp19.675.707. Padahal kapasitas listriknya hanya 900 VA. Hal ini kemudian mendapat tanggapan banyak pihak.

Terkait peristiwa ini, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah menangani keluhan tersebut dan menyelesaikannya dengan penghitungan ulang dan menemukan perbedaan yang jomplang sehingga sudah diselesaikan dengan pembayaran yang disesuaikan.

Direktur Bisnis dan Usaha Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Ditjen Gatrik) menyampaikan kesalahan tersebut telah diselesaikan dengan melakukan hitung ulang sehingga pelanggan hanya membayar Rp1.050.000.

"Itu sudah clear, sudah ketemu pelanggannya. Sudah dilakukan hitung ulang. Solusinya disepakati sesuai mekanismenya. Pelanggan membayar Rp1.050.000 dengan 4 kali cicilan. Solusinya sudah kita selesaikan, karena kapasitasnya kecil, tagihannya juga kecil sehingga sudah kita selesaikan," kata Hendra dalam webinar, Stimulus Keringanan Tagihan Listrik di Jakarta, Selasa (11/8/2020).

Terkait dengan masalah ini, Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana juga mengaku adanya notifikasi yang dikirimkan dari perhitungan dengan sistem merata-ratakan tagihan PLN tiga bulan terakhir yang kurang sampai ke masyarakat.

"Penyebabnya kan waktu itu, pandemi waktu sehebat-hebatnya. Kemudian pembacaan meterannya kan tidak bisa secara langsung. Jadi diambil dengan merata-ratakan tiga bulan terakhirnya. Itu bukan sesuatu yang hanya dilakukan di Indonesia, tapi juga oleh negara lain," bebernya

"Itu yang kemudian kita sadari kurang sampai ke pelanggan sehingga ketika pelanggan menerima tagihannya kemudian kaget. Meskipun setelah diperlihatkan rekeningnya masing-masing di rumah, tidak sesuai. Tapi sudah dikomunikasikan dengan baik. Kita harap tidak terulang lagi," tuturnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Utami Evi Riyani
Wilfridus Kolo

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US