The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh Video Anies Tak Khianati Prabowo, Gerindra: Politisi yang Dipegang Omongannya!
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan. (Antara Foto/Indrianto Eko Suwarso/Aditya Pradana Putra)
News

Heboh Video Anies Tak Khianati Prabowo, Gerindra: Politisi yang Dipegang Omongannya!

Jumat, 07 Oktober 2022 02:14 WIB 07 Oktober 2022, 02:14 WIB

INDOZONE.ID - Sekertaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani mengingatkan bahwa pemimpin sejati adalah orang yang bisa dipegang omongannya.

Pernyataan itu ia sampaikan saat menanggapi video Anies yang viral beredar di media sosial. Di mana dalam video itu, Anies menyatakan tak bakal mengkhianati Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di pilpres.

"Saya tidak bisa memberikan tanggapan karena itu yang ngomong dan berjanji bukan pihak kami. Coba tanyakan kepada pak Anies itu video asli atau bukan atau hoaks aatau asli. Kira kira seperti itu, politisi pemimpin yang dipegang omongan," kata Muzani di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (6/10/2022).

Baca Juga: Anies Bagi-bagi Duit Rp27,2 Miliar ke 10 Parpol, NasDem hingga PSI Kebagian

Muzani menceritakan bahwa saat memberikan rekomendasi persetujuan kepada Anies sebagai calon gubernur DKI Jakarta 2017,  Prabowo sudah diingatkan akan adanya potensi berhadapan di Pilpres. Termasuk dirinya juga diingatkan oleh banyak pihak.

"Dulu ketika pak Prabowo akan memberi persetujuan Anies Baswedan jadi cagub, banyak yang mengingatkan bahwa Anies nanti berpotensi menjadi capres yang berpotensi menyaingi pak Prabowo. Banyak yang mengingatkan termasuk saya diingatkan oleh banyak orang," ujar Muzani.

Tapi, kata Muzani, saat itu Prabowo berpikir kebutuhan untuk mencari sosok tokoh yang tepat di dalam memimpin Jakarta. Sehingga lebih mengutamakan kepentingan masyarakat dengan mendorong Anies sebagai cagub lantaran dianggap mewakili tokoh yang diharapkan masyarakat.

Baca Juga: PSI Kritik Anies soal Klaim Sumur Resapan Ampuh Tangani Banjir: Solusi Murahan!

"Tapi, suasana itu kemudian kita kalahkan karena yang diperlukan Jakarta ketika itu adalah penataan yang lebih baik. Dan kita merasa harus mencari figur bisa menata sesuai kebutuhan Jakarta,” ucap Muzani.

“Karena itu semua pandangan kita terima kita dengar tetapi kepentingan dan kemaslahatan Jakarta lebih diutamakan daripada kepentingan dan kebutuhan politik kita," tambah Muzani.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US