The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Usai Insiden Balap Liar Berdarah, Lapangan Terbang Stanvac Ditutup
Ilustrasi: Balapan liar di jalan raya (Antaranews.com)
News

Usai Insiden Balap Liar Berdarah, Lapangan Terbang Stanvac Ditutup

Selasa, 21 September 2021 15:13 WIB 21 September 2021, 15:13 WIB

INDOZONE.ID - Polisi resor Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, menutup bekas Lapangan Terbang (Lapter) Stanvac setelah kejadian balap liar berdarah yang menewaskan dua orang remaja setempat.

"Area Lapter Stanvac akan ditutup permanen, disertakan pemasangan rambu-rambu larangan berkegiatan di sana," kata Kepala Polres PALI Ajun Komisais Besar Polisi Rizal Agus Triadi dalam keterangan resminya, Senin (20/09), seperti dilansir Antara.

Ia mengatakan bahwa keputusan penutupan lapangan terbang peninggalan zaman kolonial tersebut sudah berdasarkan hasil koordinasi dengan Dinas Perhubungan setempat.

Selain ditutup, pihaknya juga menyiagakan petugas kepolisian di lokasi tersebut guna mencegah aksi balap liar terjadi kembali.

"Selain bersiaga, mereka saya tugaskan berpatroli setiap saat di lokasi itu, sehingga tidak ada lagi celah untuk dijadikan lokasi balap liar," ujarnya.

Lapangan Terbang Stavac berlokasi di Desa Pendopo, Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi, Penukal Abab Lematang Ilir (PALI). Pada Ahad (19/9) sekitar pukul 17.00 WIB dijadikan lokasi balap liar oleh pemuda setempat.

Dalam kesempatan itu, ada dua remaja tewas berinisial DK (15), warga Desa Mangku Negara, Kecamatan Penukal dan MN (15) warga Desa Tambak, Kecamatan Penukal Utara.

Mereka tewas seketika setelah motornya hilang kendali dan saling hantam di landasan pacu.

Kemudian motor yang terpelanting dengan kuat itu menghantam para remaja lainnya yang saat itu menonton di sisi lintasan pacu.

Akibatnya lima orang remaja berinisial SNI (15), FR (15), dan DD (15) warga Desa Mangku Negara, ADN (15) warga Desa Suka Maju, dan BNT (17) warga Kelurahan Handayani Mulya, Kecamatan Talang Ubi terpaksa dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Talang Ubi karena luka-luka.

"Sampai di sini (RSUD) dua korban sudah meninggal dunia, jasad korban langsung dibawa oleh keluarga ke rumah duka. Untuk yang lain masih dirawat," kata dr Putri di RSUD Talang Ubi.

Semetara itu, berdasarkan keterangan dari salah seorang warga sekitar lapangan terbang, Rudi Hartono, mengatakan meskipun petugas kepolisian sudah sering berpatroli dan mengamankan para pelaku balap liar di sana, namun petugas masih saja kecolongan.

Setelah Polisi menutup lokasi tersebut, ia berharap balap liar tidak ada lagi.

"Semoga tidak ada lagi, saya selaku orang tua juga cemas karena anak saya jadi ikut-ikutan juga," katanya.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US