The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Santap Menu Beracun Saat Berbuka Puasa, Anak Driver Ojol Tewas Usai Disuapi Lontong Sate
Bandiman dan anaknya Naba Faiz Prasetya. (Istimewa)
News

Santap Menu Beracun Saat Berbuka Puasa, Anak Driver Ojol Tewas Usai Disuapi Lontong Sate

Selasa, 27 April 2021 14:37 WIB 27 April 2021, 14:37 WIB

INDOZONE.ID - Momen berbuka puasa jadi horor bagi keluarga Bandiman (36) saat menerima paket bungkusan takjil dari kiriman wanita misterius dan ditolak oleh penerima orderan, dibawa pulang.

Tanpa disadari ternyata takjil dalam paket bungkusan berupa nasi gudek dan sate lontong mengandung racun yang membuat anaknya, Naba Faiz Prasetya, 10 tahun meninggal saat menyantap menu tersebut.

Driver ojol warga Padukuhan Salakan, RT 07, Kalurahan Bangunharjo, Kapanewon Sewon, Kabupaten Bantul, Yogyakarta telah memakamkan anaknya, Senin (26/4/2021) semalam. 

Istri Bandiman, Dulang pun sempat menyantap menu tersebut, namun nyawanya bisa diselamatkan.

Bandiman tidak menyangka, paket menu yang ditolak oleh penerima orderan dari wanita misterius itu menjadi malapetaka bagi keluarganya.

Setelah sampai di rumah dan waktu berbuka puasa tiba lalu keluarga tersebut buka bersama.

Dulang istri Bandiman menuturkan bahwa takjil nasi gudeg harusnya disantap anaknya. Sementara sate lontong dimakan Bandiman, suaminya.

"Mas Naba bilang 'dah nasi gudegnya buat bapak saja'," kata Dulang.

Anak laki-lakinya itu kemudian minta suapi oleh ibunya. Baru disuapi lontong setengah sendok sama bumbunya dan belum sampai makan satenya, lalu anaknya itu lari ke belakang.

Namun dalam hitungan detik, anaknya kemudian tidak sadarkan diri usai muntah-muntah.

Menurut istrinya rasa lontongnya itu pedas pahit dan menyangkut di tenggorokan.

Saat anaknya tidak sadarkan diri itu kemudian dia membawanya ke rumah sakit. Tapi nahas nayawanya tidak dapat tertolong hingga kemudian meninggal dunia.

Bandiman pun mengaku terpukul dengan kejadian tersebut.

Hingga dia kemduan menyadari dari keterangan pihak rumah sakit, bahwa makanan yang dikonsumsi anaknya mengandung racun yang lebih keras dari racun pertanian.

Pihak rumah sakit sudah membawa bumbu sate yang diduga berisi racun ke Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Yogyakarta.

”Dokter bilang positif mengandung racun yang lebih keras dari pada racun pertanian,” ucapnya.

Kabid Humas Polda DIY membenarkan peristiwa keracaunan makanan itu dan meminta untuk menunggu hasil dari pemeriksaan laboratorium.

"Petugas telah melakukan olah TKP. Saksi juga kita periksa. Kita tunggu hasil pemeriksaan makanan di laboratorium," bebernya.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US