The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kunjungan Joe Biden ke Korsel Berpotensi Disambut Rudal Korut
Presiden AS Joe Biden. (REUTERS/Jonathan Ernst)
News

Kunjungan Joe Biden ke Korsel Berpotensi Disambut Rudal Korut

Sebagai bentuk ancaman?

Kamis, 19 Mei 2022 09:09 WIB 19 Mei 2022, 09:09 WIB

INDOZONE.ID - Intelijen Amerika Serikat (AS) menunjukkan kemungkinan ada uji coba nuklir Korea Utara (Korut), atau uji coba rudal jarak jauh selama kunjungan Presiden Joe Biden ke Korea Selatan (Korsel) dan Jepang mulai minggu ini. Hal itu diutarakan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS Jake Sullivan belum lama ini.

Dia mengatakan Biden tidak akan mengunjungi Zona Demiliterisasi (DMZ) yang memisahkan Korut dan Korsel selama kunjungannya ke Korsel, yang dimulai pada Jumat, setelah mengatakan pekan lalu bahwa dia sedang mempertimbangkan perjalanan semacam itu.

"Intelijen kami memang memperlihatkan kemungkinan bahwa akan ada uji coba rudal lebih lanjut, termasuk uji coba rudal jarak jauh, atau uji coba nuklir, atau keduanya, pada hari-hari menjelang, pada, atau setelah perjalanan Presiden ke wilayah tersebut," kata Sullivan, seperti disadur dari Reuters, Kamis (19/5/2022).

"Kami sedang mempersiapkan segala kemungkinan," katanya pula.

Baca Juga: Di Depan Joe Biden, Jokowi: Hentikan Perang di Ukraina Sekarang Juga! 

Sullivan mengatakan Amerika Serikat berkoordinasi erat dengan Korsel dan Jepang, dan dia juga telah membahas Korut dengan rekannya dari China Yang Jiechi dalam panggilan telepon pada Rabu (18/5/2022). Perjalanan Biden pada 20-24 Mei akan menjadi yang pertama ke Asia sebagai Presiden AS.

Perjalanan ini akan mencakup pertemuan puncak pertamanya dengan Presiden Korsel Yoon Suk-yeol, yang mulai menjabat pada 10 Mei dan telah bersumpah akan bertindak lebih keras terhadap "provokasi" Korut.

"Amerika Serikat siap untuk melakukan penyesuaian jangka pendek dan jangka panjang terhadap postur militernya seperlunya untuk memastikan bahwa kami memberikan pertahanan dan kekuatan kepada sekutu kami di kawasan itu dan bahwa kami menanggapi setiap provokasi Korut," kata Sullivan.

Sebelumnya, para pejabat AS dan Korsel mengatakan Korut tampaknya bersiap untuk menguji rudal balistik antarbenua (ICBM) menjelang perjalanan Biden ke Korsel, bahkan ketika negara itu memerangi wabah besar Covid-19.

Wakil Penasihat Keamanan Nasional Korsel Kim Tae-hyo mengatakan tes semacam itu tampaknya sudah dekat dan seorang pejabat AS mengatakan itu bisa terjadi pada Kamis atau Jumat. Kim Tae-hyo mengatakan "Rencana B" telah disiapkan jika terjadi "provokasi" kecil atau besar Korut, yang dapat melibatkan perubahan jadwal KTT.

Uji coba senjata dapat mengganggu fokus perjalanan Biden yang lebih luas pada China, perdagangan, dan masalah regional lainnya, dan menggarisbawahi kurangnya kemajuan dalam pembicaraan denuklirisasi dengan Korut, meskipun pemerintahannya berjanji untuk memecahkan kebuntuan dengan pendekatan praktis.

Korut telah melakukan uji coba rudal berulang kali sejak Biden menjabat tahun lalu, dan tahun ini melanjutkan peluncuran ICBM untuk pertama kalinya sejak 2017. Setelah setiap peluncuran, Washington mendesak Korut untuk kembali berdialog, namun sejauh ini tidak ada tanggapan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US