The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Data NIK Presiden Jokowi Bocor, Kapolri Malah Minta Semua Dipasang Aplikasi Pedulilindungi
Kapolri Jenderal Listyo Sigit sosialisasikan semua tempat dipasangi aplikasi Pedulilindungi. (Istimewa)
News

Data NIK Presiden Jokowi Bocor, Kapolri Malah Minta Semua Dipasang Aplikasi Pedulilindungi

Jumat, 03 September 2021 16:18 WIB 03 September 2021, 16:18 WIB

INDOZONE.ID - Saat nomor induk kependudukan (NIK) milik Presiden Jokowi bocor hingga tersebar di media sosial, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo justru meminta semua wilayah atau tempat yang menjadi aktivitas masyarakat, untuk dipasangi aplikasi PeduliLindungi.

Saat terjadi masalah kebcoroan data NIK Presiden Jokowi itu, Listyo Sigit justru melakukan sosialisasi ke di Bekasi, Jawa Barat.

Kapolri mengatakan bahwa penggunaan aplikasi PeduliLindungi akan menjadi kebiasaan baru sehingga masyarakat perlu segera melakukan vaksinasi agar fleksibel dalam beraktivitas dan terlindungi kesehatannya di tengah pandemi COVID-19.

"Ini tentunya akan menjadi kebiasaan kita ke depan untuk masyarakat boleh melaksanakan aktivitas paling tidak sudah divaksin," kata Listyo Sigit saat meninjau kegiatan vaksinasi massal oleh Alumni Akademi Polisi (Akpol) 1995 di Bekasi, Jawa Barat, Jumat (3/9/2021).

Listyo Sigit menjelaskan bahwa Pemerintah mengevaluasi kasus COVID-19 harian secara rutin setiap pekan, kemudian melakukan asesmen untuk memberikan pelonggaran PPKM di wilayah yang angka kasusnya menurun.

Pelonggaran pembatasan aktivitas masyarakat ini, kata Sigit, untuk menjaga pergerakan roda perekonomian di tengah masyarakat.

Namun, Kapolri mengingatkan bahwa pelonggaran ini harus dikawal dengan penerapan protokol kesehatan agar angka kasus positif COVID-19 tidak lagi meningkat.

Selain protokol kesehatan, kata Sigit, upaya untuk membatasi aktivitas masyarakat, terutama di tempat-tempat ekonomi, dan memastikan masyarakat telah terlindungi dengan vaksinasi adalah melalui aplikasi PeduliLindungi.

"Kemudian di wilayah yang akan diberikan pelonggaran terkait dengan aktivitas ekonomi akan dipasang aplikasi PeduliLindungi sehingga masyarakat yang telah memiliki aplikasi tersebut bisa ditempelkan di bacode yang tersedia, kemudian akan muncul di situ apakah sudah divaksin atau belum," ujar Sigit seperti yang dikutip Antara.

Masyarakat yang telah divaksin akan mendapatkan barcode yang bisa digunakan saat mengakses tempat perbelanjaan, toko-toko, dan pasar melalui aplikasi PeduliLindungi.

Masyarakat yang sudah divaksin, dapat tunjukkan barcode saat masuk ke toko, supermarket, maupun masuk ke tempat-tempat yang dipasang aplikasi PeduliLindungi.

Setelah ditempelkan, kata dia, akan muncul pemberitahuan masyarakat sudah divaksin, sementara yang belum divaksin tentunya akan diminta kembali atau tidak dibolehkan masuk.

"Ini menjadi salah satu kegiatan ke depan yang harus selalu melekat kepada masyarakat guna menjaga laju pertumbuhan COVID-19. Di satu sisi untuk pertumbuhan ekonomi dengan pelonggaran masyarakat aktivitasnya bisa berjalan," kata Sigit.

Oleh karena itu, mantan Kapolda Banten ini mengajak masyarakat untuk berbondong-bondong ke gerai vaksin yang diselenggarakan oleh TNI/Polri.

"Dengan vaksinasi, masyarakat meningkat imunitasnya, kemudian aktivitasnya lebih meningkat," kata Sigit.

Data pribadi Jokowi bocor

Diketahui surat keterangan vaksinasi Covid-19 itu milik Presiden Jokowi bocor ke publik.

Dari unggahannya tersebut, terpampang jelas identitas lengkap Jokowi mulai dari nama, tanggal lahir hingga Nomor Induk Kependudukan (NIK).

Barcode dua dimensi atau akrab dikenal dengan quick response code (QR code) juga terpampang tanpa disensor oleh pengunggahnya.

Selain itu, terdapat pula keterangan bahwa Jokowi sudah menjalani vaksinasi Covid-19 untuk dosis kedua pada 27 Januari 2021.

Menkes Budi Gunadi Sadikin kemudian memerintahkan untuk menutup data para pejabat dan telah membenahi kebocoran data dalam aplikasi Pedulilindungi.

"Jadi memang yang pertama kami sampaikan, bahwa tadi malam kami terinfo mengenai masalah ini. Sekarang sudah dirapikan, sehingga data para pejabat itu ditutup," ujar Budi saat konferensi pers di Polda Metro Jaya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US