The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Usai Jewer Kuping, Edy Rahmayadi Is Back, Larang Pelatih Berkumis: Orang Berjiwa Tua
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat memberikan pidato saat pelantikan Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Sumut. (Foto/Diskominfo Pemprov Sumut)
News

Usai Jewer Kuping, Edy Rahmayadi Is Back, Larang Pelatih Berkumis: Orang Berjiwa Tua

Kamis, 30 Desember 2021 13:13 WIB 30 Desember 2021, 13:13 WIB

INDOZONE.ID - Usai menjewer kuping pelatih PON, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi kembali mengeluarkan pernyataan kontroversial yang menggelik akal sehat.

Pernyataan Edy Rahmayadi itu disampaikan dalam acara pelantikan Perngurus Komitmen Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) periode 2020-2025, Rabu (29/12/2021).

"Pelatih tak boleh berkumis. Kan harus begitu. Saya minta maaf yang berkumis itu," kata Edy Rahmayadi saat berpidato di depan tamu undangan dari KORMI.

Apa alasan Edy Rahmayadi melarang pelatih pria berkumis? Ia berteori kalau pria berkumis berjiwa tua.

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat pelantikan KORMI Sumut. (Diskominfo Sumut)
Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat pelantikan KORMI Sumut. (Diskominfo Sumut)

Ia kemudian menganalogikan saat berada dalam peperangan semua harus berjiwa muda di mana mereka tidak berkumis. 

Baca juga: Makna Hardik 'Sontoloyo' Gubernur Sumut ke Pelatih Biliar, Heboh Insiden Jewer Kuping

"Pelatih di dalam memenangkan pertandingan, kalau kami dulu peperangan, orang-orang yang berjiwa muda. Bukan orang muda. Orang yang berjiwa muda," ujarnya yang tentunya membuat siapapun yang memiliki akal sehat akan terheran.

Edy Rahmayadi saat melantik KORMI Sumut. (Diskominfo)
Edy Rahmayadi saat melantik KORMI Sumut. (Diskominfo)

"Makanya pelatih tak boleh berkumis, orang yang berkumis itu adalah orang yang berjiwa tua. Saya enggak berkumis ini. Jangan tersinggung,” tambahnya.

Bukan kali ini saja Edy Rahmayadi membuat publik heran dengan cara kepemimpinannya.

Sebelumnya saat acara pemberian bonus kepada atlet dan pelatih PON, dia menjewer telinga Khairuddin Aritonang alias Coki.

Tentu saja Coki yang merasa dipermalukan tidak senang. Pasalnya Edy Rahmayadi menjewer kupingnya di depan orang banyak.

Coki pun merasa dipermalukan Edy Rahmayadi dan mengancam akan melaporkannya ke polisi.

"Pelatih tak tepuk tangan. Tak cocok jadi pelatih dia ini. Berdiri yang benar kau. Sontoloyo," hardik Edy ke Coki sambil menjewer telinganya.

Tidak sampai di situ, Edy Rahmayadi juga mengusir Coki dari acara. Dia memerintahkan Kepala Dispora dan KONI Sumut untuk memecat Coki sebagai pelati biliar.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US