Jasa Marga Cerita Kendala Membangun Tol Layang Jakarta-Cikampek
Foto udara pembangunan proyek Jalan Tol Layang (Elevated) Jakarta-Cikampek di Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Jumat (8/11). (Antara/Fakhri Hermansyah)
News

Jasa Marga Cerita Kendala Membangun Tol Layang Jakarta-Cikampek

Kamis, 05 Desember 2019 05:01 WIB 05 Desember 2019, 05:01 WIB

INDOZONE.ID - Direktur Utama PT Jasa Marga Jalan Layang Cikampek (JJC), Djoko Dwijono, menceritakan kesulitan pihaknya dalam proses pembangunan Tol Layang Jakarta-Cikampek II (Japek Elevated) sepanjang 38 kilometer. 

Menurut Djoko, pihaknya memiliki tiga tantangan dalam membangun tol layang terpanjang di Indonesia tersebut.

"Pertama adalah jalan tol yang di bawah (Tol Jakarta-Cikampek) adalah tol terpadat di Indonesia. Kita harus bekerja di atas lautan lalu lintas," ujar Djoko ketika meninjau ruas tol Japek Elevated, di Cikarang, Rabu (4/12). 

Kemudian kesulitan kedua yang dialami Jasa Marga adalah proyek tol itu dikerjakan bersamaan dengan sejumlah proyek lainnya. Manajemen proyek yang sangat detail tak ayal diperlukan agar seluruh proyek bisa berjalan baik, dan jalan tol eksisting bisa terus dioperasikan. 

"Selain proyek ini, ada juga proyek yang lain, ada proyek LRT Cawang-Bekasi Timur. Kemudian ada Kereta Cepat Jakarta Bandung oleh KCIC yang juga sedang dalam pengerjaan. Semuanya proyek strategis nasional," ujar Djoko. 

Lalu yang terakhir, Tol Layang Jakarta-Cikampek dibangun dalam waktu yang sangat singkat. Dimulai sejak Maret 2017 hingga Desember 2019. Tol itu pun sangat dinantikan pengoperasiannya untuk mengurangi arus kemacetan di tol eksisting

"Proyek ini harus bisa digunakan dengan waktu yang saya kira cukup ketat," jelasnya. 

Sementara itu, dari sisi teknis tingkat kesulitan atau tantangan yang dihadapi juga bermacam-macam. Mulai dari mobilisasi material berupa girder, hingga pemindahan beberapa tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (Sutet) milik PLN yang berada di sekitar proyek tol. 

"Proyek ini memiliki girder sekitar 2500 unit yang besar-besar, tiangnya sekitar 800 unit. Pondasi sekitar 6000 pierhead. Ibarat akar ke tanah, di dalam itu masuk 40 meter, untuk menahan jalan yang diatas agar berdiri tegak," ujar Direktur Teknik JJC, Biswanto, dalam kesempatan yang sama. 

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Ivanrida
Sigit Nugroho
Ivanrida

Ivanrida

Writer
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU