The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kerumunan Kunjungan Jokowi, Munarman Tunggu Aparat Berlaku Sama Seperti Kepada HRS
Kerumunan HRS (kiri) dan kerumunan kunjungan Jokowi (kanan). (ist)
News

Kerumunan Kunjungan Jokowi, Munarman Tunggu Aparat Berlaku Sama Seperti Kepada HRS

Kamis, 25 Februari 2021 18:19 WIB 25 Februari 2021, 18:19 WIB

INDOZONE.ID - Eks Sekretaris FPI Munarman angkat bicara soal kerumunan yang tercipta saat kunjungan Presiden RI Jokowi di Maumere, NTT, Selasa (23/2/2021).

Munarman menyebut bahwa kasus kerumunan itu tergolong delik umum, sehingga tak perlu menunggu aduan untuk memprosesnya secara hukum. 

Ia pun menantikan keadilan ditegakkan oleh aparat hukum terhadap Jokowi, seperti yang diberlakukan kepada imam besar FPI, Rizieq Shihab.

"Itu delik umum, bukan delik aduan. Nah... silahkan aparat penegak hukum saatnya berlaku sama dengan apa yang terjadi pada HRS, monggo. Rakyat Indonesia menunggu keadilan tersebut," katanya kepada Indozone, melalui WhatsApp, Kamis (25/2/2021).

Munarman mengingatkan aparat soal prinsip keadilan yang menurutnya sudah lama dirindukan oleh rakyat.

"Rakyat Indonesia rindu dan ingin sekali hukum ditegakkan terhadap semua orang yang melanggar prokes sebagai pelaksanaan dari negara hukum yang berkeadilan dan beradab, equality before the law, kata orang ngerti hukum. Ayo, rakyat Indonesia pasti sangat mendukung aparat penegak hukum untuk bersikap sama tanpa pandang bulu," kata Munarman.

Menurut Munarman, kasus ini menjadi momentum yang sangat bagus bagi aparat penegak hukum untuk menunjukkan independensi dan keadilan.

"Momentum yang tepat sekali ini untuk menunjukkan keadilan," ujarnya.

Munarman pun menyoroti soal adanya pembagian bingkisan yang dilakukan Jokowi di tengah kerumunan yang videonya viral di media sosial itu.

Pembagian bingkisan itu, kata Munarman, merupakan bentuk penghasutan sehingga menyebabkan orang-orang tertarik untuk berebut dan berkerumun.

"Jangan lupa..ada pemberian hadiah dlm kegiatan tersebut yang merupakan unsur penghasutan untuk supaya massa hadir dalam kerumunan yg hal tsb adalah pelanggaran prokes. Jadi bisa dikenakan pasal 160 KUHP ttg penghasutan itu," jelas Munarman.

Adapun kerumunan Jokowi beredar luas di media sosial.

Jokowi terlihat melambaikan tangan untuk menyapa rakyat yang menjunjung dan mengelu-elukannya selama beberapa saat. Ia berdada-dada ke arah kerumunan rakyat. 

Setelah itu, ia masuk ke dalam mobil sebentar, lalu membagi-bagikan bingkisan.

Momen tersebut persis dengan momen kerumunan massa saat Rizieq Shihab pulang dari Arab Saudi, baik di Bandara Soekarno-Hatta maupun di Megamendung dan Petamburan.

Yang mana ketika itu, ribuan pendukung Rizieq menyambutnya seperti pahlawan.

Ist
Habib Rizieq Shihab (ANTARA)

Banyak netizen yang pesimis bahwa penegak hukum akan bertindak serupa terhadap Jokowi.

"Mirip acara IB HRS dipetamburan,dn itu melanggar prokes,ini kira2 masuk pelanggarn prokes ga min @DivHumas_Polri  apa krn mentang2 presiden..???" tulis salah satu netizen.

"Pengen CC in divhumas tapi pasti sia2," kata yang lain.

"Yang kena musibah di jawa kunjungannya ke flores, Hmmm....kao selalu begitu ferguso...." kata yang lain lagi.

ist
Komentar netizen.

Tak lama setelah video itu beredar, Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden Bey Machmudin memberikan pembelaan.

“Benar itu video di Maumere. Setibanya di Maumere, Presiden dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju Bendungan Napun Gete. Saat dalam perjalanan, masyarakat sudah menunggu rangkaian di pinggir jalan, saat rangkaian melambat masyarakat maju ke tengah jalan sehingga membuat iring-iringan berhenti,” ujar Bey kepada wartawan, Selasa (23/2/2021).

Menurut Bey, respons yang diberikan masyarakat Maumere adalah spontan lantaran ingin menyambut dan melihat kepala negara.

“Jadi sebenarnya, itu melihat spontanitas dan antusiasme masyarakat Maumere menyambut kedatangan Presiden Jokowi. Dan kebetulan mobil yang digunakan Presiden atapnya dapat dibuka, sehingga Presiden dapat menyapa masyarakat, sekaligus mengingatkan penggunaan masker,” tutur Bey.

“Karena kalau diperhatikan, dalam video tampak saat menyapa pun Presiden mengingatkan warga untuk menggunakan masker dengan menunjukkan masker yang digunakannya,” tambahnya.

Terkait souvenir yang diberikan kepada masyarakat, Bey menjelaskan itu bentu spontanitas Presiden Jokowi. Namun dia menekankan, Presiden Jokowi tetap mengingatkan protokol kesehatan bagi masyarakat.

“Itu spontanitas presiden untuk menghargai antusiasme masyarakat, suvenirnya itu buku, kaos, dan masker. Tapi poinnya, presiden tetap mengingatkan warga tetap taati protokol kesehatan,” tandasnya.

Artikel menarik lainnya


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US