The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Fakta Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid-19 Seperti Anjing, Kini Minta Maaf
Anggota DPRD Bantul dikecam karena pernyataannya (Twitter/@TRCBPBDDIY)
News

Fakta Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Covid-19 Seperti Anjing, Kini Minta Maaf

Selasa, 23 Februari 2021 14:51 WIB 23 Februari 2021, 14:51 WIB

INDOZONE.ID - Pernyataan anggota DPRD Bantul, DIY, Supriyono bahwa pemakaman Covid-19 seperti menguburkan anjing dan menuduh pandemi dijadikan proyek, bikin para relawan berang dan mendatangi Kantor DPRD Bantul.

"Mati lan urip iku kagungane Gusti Allah, ora apa-apa di-COVID-ke, apa-apa di-COVID-19-ke. Bar operasi kanker payudara, penyakit gula mulih di-COVID-ke, njur le mendhem kaya mendhem kirik. Hadhuh, gek iki alam apa? Ha sing dha mendhem seka Dinas Kesehatan entuk proyek njuk sakpenake dhewe."

Artinya, "Hidup dan mati itu milik Tuhan, bukannya apa-apa di-COVID kan. Habis operasi kanker payudara, penyakit gula lalu di-COVID-kan terus yang menguburkan seperti mengubur anjing. Kondisi macam apa ini? Yang menguburkan itu dari Dinas Kesehatan dapat proyek terus seenaknya sendiri."

Bikin relawan geram

Buntut video viral tersebut, Sekitar 100 orang relawan penanganan Covid-19 Bantul, menggeruduk Kantor DPRD Bantul untuk meminta klarifikasi.

Menurut Ketua FPRB Bantul Waljito di gedung DPRD Bantul, Supriyono menyampaikan bahwa penanganan COVID-19 dalam hal pemakaman warga meninggal karena corona, seperti memakamkan binatang, padahal menurutnya SOP (standar operasional prosedur) tidak seperti itu.

"Yang pertama adalah dia sampaikan, bahwa pemakaman COVID-19 itu seperti memakamkan anjing, padahal SOP dan sebagainya sudah jelas tidak seperti itu," katanya Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul Waljito, Senin (22/2/2021).

"Yang kedua, yang bersangkutan mengatakan bahwa pemakaman jenazah COVID-19 adalah proyek dari Dinkes (Dinas Kesehatan), sehingga teman-teman relawan di bawah tersinggung dan kami datang ke sini untuk memberikan pernyataan sikap kepada DPRD Bantul," katanya.

Oleh karena itu, dalam aksi di gedung wakil rakyat tersebut, relawan penanganan COVID-19 Bantul mendesak pimpinan dewan segera memanggil legislator itu untuk melakukan klarifikasi dan mencabut pernyataan yang menyinggung para relawan bencana nonalam itu.

"Kita kasih kesempatan sekali dalam waktu satu kali 24 jam untuk meminta maaf secara terbuka melalui media massa, media sosial kepada teman-teman relawan yang saat ini sedang melakukan respons terkait dengan bencana COVID-19," katanya.

Selain itu, pihaknya juga mendorong aparat kepolisian berwenang agar melakukan penyelidikan terkait hal ini, karena pernyataan wakil rakyat tersebut berpotensi membangkitkan amarah masyarakat.

"Terakhir, akan mendesak Polda (Kepolisian Daerah), kalau memang ini terjadi delik hukum, Polda harus segera menyelidiki,  karena melakukan penghasutan kepada masyarakat kontra terhadap penanganan COVID-19," katanya.

Lokasi kejadian

Polisi sampai turun tangan mendalami kasus ini. Ternyata, Supriyono menyampaikan hal tersebut dalam momen pengajian acara pernikahan di Desa Jatirejo, Kecamatan Lendah, Kulon Progo, pada Sabtu (20/2).

"Pengajian itu, pas ular-ular (membekali pengantin)," ujar Kapolsek Lendah AKP Fakrurodin, Selasa (23/2/2021).

Sesama anggota DPRD Bantul prihatin

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, prihatin dengan pernyataan salah satu anggota legislatif setempat yang menyatakan pemakaman jenazah pasien COVID-19 hanya sekadar proyek mencari keuntungan.

"Jelas, kami selaku pimpinan dewan prihatin dengan pernyataan itu, mestinya tidak dilakukan oleh pejabat publik," kata Wakil Ketua DPRD Bantul Subhan Nawawi.

Menurut dia, pernyataan tersebut dinilai bisa meremehkan penanganan COVID-19, selain itu menyinggung para relawan, baik FPRB, SAR dan Tim Reaksi Cepat (TRC) yang selama ini berjuang merespon wabah corona, sehingga hal ini yang membuat para relawan COVID-19 mendatangi gedung wakil rakyat untuk minta klarifikasi.

"Seharusnya kita bersama-sama mau menangani COVID-19, kita tidak boleh meremehkan kepada siapapun, apalagi menuduh, apalagi pejuang FPRB dan relawan sudah mati-matian, artinya kita harus apresiasi, mendukung kerja keras mereka," katanya.

Supriyono akhirnya minta maaf

Sadar perkataannya bikin geram banyak orang, Supriyono akhirnya meminta maaf dan mengaku khilaf.

"Kami manusia biasa yang punya ketidaksadaran, ketidaktahuan dan keterbatasan. Oleh karena itu dalam penyampaian saya di Kulon Progo kemarin ada statement yang menyakitkan teman-teman relawan," kata Supriyono.

Dia mengaku tidak berniat menghina pihak manapun dan sekali lagi meminta maaf kepada semua relawan atau pihak-pihak yang tersinggung. Dia juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Sekali lagi kami tidak punya sengaja untuk menjatuhkan atau menyudutkan siapa pun dari lubuk hari yang paling dalam," imbuh Supriyono.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US