The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pegawai KPK Curi Emas Batangan 1,9 Kg, Denny Siregar Sebut Mata Satu, Diduga Sindir Novel
Denny Siregar (kiri) da Novel Baswedan (kanan). (Twitter)
News

Pegawai KPK Curi Emas Batangan 1,9 Kg, Denny Siregar Sebut Mata Satu, Diduga Sindir Novel

Kamis, 08 April 2021 19:40 WIB 08 April 2021, 19:40 WIB

INDOZONE.ID - Denny Siregar berkicau soal adanya pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berinisial IGAS yang  mencuri emas batangan seberat 1,9 kilogram.

Denny menyebut "mata satu", yang diduga menyindir Novel Baswedan.

"Itu baru pegawai kecil curi emas batangan. Yang mata satu biasanya curi2 kebijakan," katanya di Twitter.

Adapun pegawai KPK berinisial IGAS, merupakan anggota satuan tugas yang ditugaskan menyimpan dan mengelola barang bukti pada Direktorat Labuksi KPK. 

"Terhadap permasalahan ini, Pimpinan KPK sudah memutuskan kasus ini dibawa ke ranah pidana dan telah dilaporkan ke Polres Jakarta Selatan dan yang bersangkutan pun sudah diperiksa penyidik polres beserta beberapa saksi dari sini," kata Ketua Dewan Pengawas KPK, Tumpak Panggabean, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK Jakarta, Kamis (8/4) dikutip dari ANTARA.

Diketahui, Dewan Pengawas KPK pada Kamis ini telah membacakan putusan terhadap hasil pemeriksaan terhadap pelanggaran kode etik oleh IGAS dengan memberhentikan yang bersangkutan dengan tidak hormat.

"Jadi, sidang kami tidak menghapuskan pidana, pidana tetap jalan tetapi karena ini sudah merupakan pelanggaran pidana maka disampaikan kepada aparat kepolisian dan karena ini juga merupakan pelanggaran etik maka disidangkan tadi putusannya oleh dewas pengawas. Jadi, kami tidak campur soal pidananya," ucap dia.

Diketahui, IGAS mengambil barang bukti emas yang merupakan barang rampasan negara dari perkara korupsi Yaya Purnomo.

"Ia adalah salah satu anggota satgas yang ditugaskan untuk menyimpan, mengelola, mengamankan barang bukti yang ada di KPK. Ini terjadi di awal Januari 2020 mengambilnya ini tidak sekaligus beberapa kali, ketahuannya pada saat barang bukti ini mau dieksekusi sekitar akhir Juni 2020," katanya.

Panggabean mengatakan barang bukti emas batangan yang dicuri tersebut sebagian sudah digadaikan IGAS untuk membayar utang terkait dengan bisnisnya.

"Berapa uang yang diperoleh dari sini waktu menggadaikan sekitar Rp900 juta tetapi sudah ditebus nilai tebusannya itu kurang lebih Rp900 juta, jadi sudah bisa dibayangkan nanti kalau dinilai. Itu baru sebagian karena tidak semua digadaikan," kata dia.

Kemudian pada Maret 2021, barang bukti emas tersebut berhasil ditebus oleh yang bersangkutan. 

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US