The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Fraksi PAN Beri Kritikan Pedas
Ilustrasi PAN. (ANTARA/Harianto)
News

Soal Penggabungan Kemenristek dan Kemendikbud, Fraksi PAN Beri Kritikan Pedas

Dulu Berdiri Sendiri, Sekarang Kembali.

Senin, 12 April 2021 13:20 WIB 12 April 2021, 13:20 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Fraksi PAN DPR RI, Saleh Partaonan Daulay meminta pemerintah memberikan penjelasan usai menggabungkan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) bersama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

"Pemerintah diharapkan dapat memberikan penjelasan di balik ke likuidasi kemenristek brin dan menggabungkannya dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Sebab dulu kemenristek adanya di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tapi pada periode belakangan ini dijadikan sebagai kementerian berdiri sendiri dan sekarang dikembalikan ke kemendikbud," ujar Saleh kepada Indozone, Senin (12/4/2021).

Di sisi lain, ia khawatir nantinya jika Kemenristek digabungkan ke Kemendikbud malah membuat anggaran risetnya semakin mengecil. Pasalnya Kemenristek dahulu berdiri sendiri, sementara Kemendikbud banyak memberikan anggaran kepada sejumlah perguruan tinggi.

Baca Juga: KKB Gunakan Alasan Klasik Tembak Guru di Beoga, Tuduh Oktovianus dan Yonathan Intel

"Dikhawatirkan jika nanti digabungkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan malah justru anggarannya malah akan semakin kecil, karena apa? Karena akan berbagi dengan anggaran yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang juga berbagi dengan berbagai macam perguruan tinggi negeri dan swasta yang ada di Indonesia," tuturnya.

Kemudian, kata Saleh, pemerintah juga harus menuturkan terkait program-program yang dilaksanakan Kemenristek selama ini. Salah satunya mengenai pengembangan vaksin corona yang sudah diinisasi sejak tahun 2020 silam.

Sebab, sejumlah produsen vaksin mulai melakukan embargo, dimana mereka membatasi pengiriman ke luar negeri akibat naiknya angka corona di dalam negeri mereka. Dengan demikian ketersediaan vaksin di Indonesia bisa aman walaupun embargo sedang terjadi.

"Dan anggarannya sudah ada yang dipergunakan dan dihabiskan untuk penelitian itu, nah karena itu diharapkan ada kelanjutan dari penelitian vaksin nusantara itu sehingga kita bisa berdaulat di negara sendiri," papar Anggota Komisi IX DPR ini.

"Nah tentu pada titik ini sangat relevan jika riset-riset yang telah dilakukan Kemenristek dilanjutkan walaupun nanti pada akhirnya akan digabungkan dengan Kemendikbud," tandas Saleh.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Harits Tryan Akhmad

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US