The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Daftar Belanjaan Mewah Edhy Prabowo, Foya-foya Uang Suap Rp753 Juta, Termasuk Baju Anak
Edhy Prabowo (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
News

Daftar Belanjaan Mewah Edhy Prabowo, Foya-foya Uang Suap Rp753 Juta, Termasuk Baju Anak

Jumat, 12 Februari 2021 10:48 WIB 12 Februari 2021, 10:48 WIB

INDOZONE.ID - Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK memaparkan puluhan barang mewah yang dibeli oleh eks Menteri KKP, Edhy Prabowo yang uangnya diduga berasal dari suap izin ekspor benih bening lobster.

Tidak tanggung-tanggung, belanja barang mewah itu mencapai Rp753 juta.

"Pada November 2020, Amiril Mukminin meminta Ainul Faqih melakukan perubahan jenis kartu debit platinum ke kartu debit emerald personal yang sumber dananya berasal dari rekening Ainul Faqih di Bank BNI nomor rekening 917678599 yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan Edhy Prabowo dan Iis Rosita Dewi dalam rangka perjalanan dinas ke Amerika Serikat pada 17-24 November 2020," kata jaksa penuntut umum Zainal Abidin dalam sidang pembacaan surat dakwaan di pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (11/2021).

Amiril Mukminin merupakan Sekretaris Pribadi Edhy Prabowo. Dia lalu menyuruh Ainul Faqih yang merupakan staf istri Edhy untuk menyerahkan kartu debit BNI itu kepada Edhy Prabowo melalui Roni.

Terdakwa dalam perkara ini adalah Direktur PT. Dua Putera Perkasa Pratama (PT. DPPP) Suharjito yang didakwa memberikan suap senilai total Rp2,146 miliar, kepada Edhy Prabowo

Saat perjalanan dinas ke AS, Edhy Prabowo foya-foya membeli berbagai barang mewah menggunakan kartu debit atas nama Ainul Faqih. Inilah daftar belanjanya:

  • 1 jam tangan pria merk Rolex tipe oyster perpetual warna silver;
  • 1 jam tangan wanita merk Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold;
  • 1 jam tangan wanita merk Rolex tipe oyster perpetual datejust warna rosegold dan silver;
  • 1 dompet merek Tumi warna hitam;
  • 1 tas koper merek Tumi warna hitam;
  • 1 tas kerja/bisnis merek Tumi;
  • 2 pulpen Mount Blanc berserta 2 isi ulang pulpen;
  • 1 tas koper merek Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenisnya soft trunk;
  • 1 tas merek Bottega Veneta Made In Italy;
  • 1 tas merek merek Louis Vuitton warna gelap bermotif LV jenisnya soft trunk;
  • 1 pasang sepatu pria merek Louis Vuitton warna hitam;
  • 1 tas merek Hermes Paris Made In France berwarna coklat krem;
  • 1 tas koper merek Tumi warna hitam;
  • 3 buah baju anak-anak merek Old Navy;
  • 19 celana merek Old Navy;
  • 1 tas anak berwarna biru dongker merek Old Navy;
  • 5 jaket hoodie merek Old Navy;
  • 12 jas hujan berwarna hijau army merek Old Navy;
  • 1 baju merk Brooks Brothers berwarna biru
  • 1 celana merk Brooks Brothers slim fit berwarna biru dongker
  • 6 parfum merek Blue de Chanel Paris warna biru navy ukuran 100 ml.

"Total belanja Edhy Prabowo dengan menggunakan Kartu BNI Debit Emerald Personal atas nama Ainul Faqih adalah sejumlah Rp753.655.366," ungkap jaksa.

Selain itu, Ainul Faqih juga menggunakan uang dalam rekening tersebut untuk membeli berbagai benda keperluan Edhy dan istrinya Iis Rosita Dewi, sebelum berangkat ke AS, yaitu:

  • Pembelian 8 unit sepeda seharga Rp14,8 juta per unit pada 24 Agustus 2020 sehingga seluruhnya Rp118.400.000 dengan mempergunakan uang kiriman dari rekening Ainul Faqih
  • Pembelian 2 ponsel Samsung dengan type Galaxy Note 20 dan Samsung Flip pada Agustus 2020
  • 1 jam tangan merek Jacob & Co yang dibeli di Hongkong pada Oktober 2020 dengan harga sekitar HKD160.000. Jam tangan diterima Deden Deni Purnama dan diserahkan ke Edhy Prabowo melalui Amiril Mukmini.
  • 1 jam tangan merek Rolex Yacht Master II Yellow Gold yang dibeli di Dubai pada Oktober 2020 senilai Rp700 juta.

Namun jam Rolex tersebut ditahan petugas bea cukai Bandara Soekarno Hatta dan diminta untuk membayar pajak sekitar Rp175 juta.

Amiril Mukminin kemudian menyerahkan uang kepada Dwi Kusuma Wijaya sejumlah 10 ribu dolar AS dan Rp71 juta untuk membayar pajak dan mengambil jam tangan itu.

Uang dalam rekening tersebut berasal dari penyetoran biaya operasional perusahaan-perusahaan ke PT Aero Citra Kargo (ACK) PT PT Perishable Logistics Indonesia (PLI) untuk ekspor benih lobster yaitu sebesar Rp1.800 per benih.

Atas perbuatannya, Suharjito terancam penjara minimal 1 tahun dan maksimal 5 tahun, serta denda minimal Rp50 juta dan maksimal Rp250 juta.

Terhadap dakwaan tersebut, Suharjito tidak mengajukan nota keberatan (eksepsi), dan sidang akan dilanjutkan pada 18 Februari 2021.

Artikel Menarik Lainnya:

Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US