The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menristek Cetuskan Ide Health Passport Covid-19, Seperti Apa?
Ilustrasi passport covid-19 (The Conversation)
News

Menristek Cetuskan Ide Health Passport Covid-19, Seperti Apa?

Inovasi Menristek

Kamis, 16 Juli 2020 19:10 WIB 16 Juli 2020, 19:10 WIB

INDOZONE.ID - Berbagai upaya terus dilakukan untuk menangani pandemi Covid-19 di Indonesia. Baik dari sisi kesehatan maupun yang lainnya. Contoh, Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (Menristek/BRIN) Bambang Brodjonegoro berencana membuat semacam health passport.

Dikatakan oleh Menristek/BRIN Bambang, health passport itu berfungsi untuk mengidentifikasi masyarakat yang memang sudah menjalani pemeriksaan Covid-19 dan datanya benar.

"Nanti kalau sistemnya terbangun dengan baik, database lengkap health passport bisa digunakan sehingga tidak usah lagi ada SIKM dan surat-surat lain," kata Menristek/BRIN Bambang dalam suatu konferensi pers, Kamis (16/7/2020).

Dirinya menambahkan, health passport merupakan salah satu cara untuk mendeteksi Covid-19 lebih baik lagi. Menristek/BRIN Bambang mengakui, mendapatkan surat di Indonesia tidak sulit. Sebab masih ada pihak tidak bertanggung jawab yang bisa menerbitkan surat secara ilegal. Hal ini membuat masyarakat lebih memilih 'membeli' surat daripada menjalani pemeriksaan.

Lebih lanjut Menristek/BRIM Bambang mengungkapkan, cikal bakal pembuatan health passport sudah ada di aplikasi yang dikembangkan oleh Gugus Tugas. Diharapkan data dari aplikasi semakin lengkap.

"Kemenristek sudah mengembangkan artificial intelligence untuk deteksi Covid-19, awalnya menggunakan data dari dua RS. Mudah-mudahan dengan penyempurnaan dan penggabungan beberapa software yang sudah dibangun, diharapkan ada satu software yang bisa merepresentasikan semacam password untuk Covid-19 sehingga semua info jadi lengkap," kata Menristek/BRIN Bambang.

Nantinya dalam health passport akan memuat informasi menyangkut pemeriksaan Covid-19 seperti rapid test dan tes swab PCR. Informasinya lengkap seputar berapa kali melakukan tes swab PCR atau rapid test, lokasi tes, dan hasil pemeriksaan.

"Menurut saya data-data itu harus bisa dikonsolidasikan dan nantinya memudahkan siapapun pemakainya untuk bepergian ke berbagai daerah," pungkas Menristek/BRIN Bambang.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Dinno Baskoro
Maria Adeline Tiara Putri

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US