The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Detik-detik Pengungsi Rohingya Diselamatkan, Kelaparan Berminggu-minggu Terapung di Laut
Pengungsi Rohingya terombang-ambing di tengah lautan berminggu-minggu. (codova.media)
News

Detik-detik Pengungsi Rohingya Diselamatkan, Kelaparan Berminggu-minggu Terapung di Laut

Sabtu, 27 Juni 2020 15:25 WIB 27 Juni 2020, 15:25 WIB

INDOZONE.ID - Lama terombang-ambing di lautan, pengungsi Rohingya diselamatkan oleh nelayan Aceh. Penderitaan muslim Rohingya belum juga kunjung berakhir.

Setelah berminggu-minggu terombang-ambing di tengah lautan, dalam keadaan dehidrasi.

Berdesak-desakan, juga kelaparan, sekitar 94 pengungsi Rohingya, yang sepertiganya adalah anak-anak, diselamatkan oleh nelayan Aceh untuk di bawa ke daratan.

Mereka kemudian diberi perlindungan, makanan juga obat-obatan. Pandemi covid-19 ternyata tidak menyurutkan warga Aceh untuk membantu orang-orang Rohingya.

Seorang nelayan di Aceh bernama Hamdani mengatakan bahwa menyelamatkan para pengungsi Rohingya adalah tugas moral.

Pengungsi Rohingya saat diselamatkan dari kelaparan
Pengungsi Rohingya saat diselamatkan dari kelaparan

"Itu tidak lebih dari rasa kemanusiaan dan bagian dari tradisi kami di Komunitas Nelayan Aceh Utara," ujar Hamdani kepada Reuters.

Hamdani berharap, pemerintah daerah setempat bisa menerima dan merawat para pengungsi yang sudah datang.

"Kami berharap bahwa para pengungsi akan dirawat di desa kami," ungkapnya.

Pihak berwenang setempat mengonfirmasi, para pengungsi tiba di Aceh pada Kamis, 25 Juni 2020.

Saat ini, pihak berwenang dan para nelayan juga sudah menyiapkan pengungsian sementara di wilayah Kecamatan Seunuddon, Kabupaten Aceh Utara, Aceh.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia berencana mengembalikan para pengungsi ke laut dengan dibekali bensin perahu, pakaian dan juga makanan.

Lihat videonya di sini:

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Cordova Media (@cordova.media) on

Menanggapi hal tersebut, para nelayan melakukan protes di kantor pemerintah daerah setempat.

Mereka meminta agar para warga Rohingya untuk sementara waktu diberikan tempat tinggal di pengungsian.

Seorang nelayan yang lain bernama Syaiful Amri menegaskan, para nelayan akan tetap menerima warga Rohingya yang mengungsi, meskipun tidak memiliki izin dari pemerintah.

"Kalau pemerintah tidak mampu, kami saja masyarakat yang membantu mereka, karena kami adalah manusia dan mereka (para pengungsi Rohingya) adalah manusia juga dan kami memiliki hati," tegas Syaiful.

Para pengungsi Rohingya yang melarikan diri dari Myanmar dan Bangladesh tersebut sudah berlayar di lautan lepas sejak November 2019 lalu.

Banyak di antara mereka harus kehilangan nyawanya saat melakukan pelayaran lantaran persediaan makanan yang habis.

Sebagian besar pengungsi dikabarkan berlayar menuju negara-negara Asia Tenggara termasuk Malaysia, Thailand dan Indonesia.

Namun, beberapa negara tidak menerima para pengungsi Rogingya dengan alasan pandemi Covid-19 yang masih mengalami pelonjakan.

Direktur Eksekutif Amnesty Internasional Indonesia, Usman Hamid mengklaim, keputusan para nelayan yang menerima pengungsi Rohingya adalah pilihan yang tepat.

"Datangnya pengungsi Rohingya beberapa hari lalu merupakan momen solidaritas. Ini pilihan tepat dan penghargaan bagi masyarakat di Aceh yang mengambil risiko sehingga anak-anak, perempuan dan laki-laki ini dapat dievakuasi ke pantai. Mereka telah menunjukkan sisi terbaik dari kemanusiaan," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US