The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Buntut Kisruh Kartun Nabi Muhammad di Prancis, Pria Asal Tunisia Serang Warga, 3 Tewas
Ilustrasi keamana di kota Nice Prancis pasca penyerangan seorang warga Tunisia. (Antara).
News

Buntut Kisruh Kartun Nabi Muhammad di Prancis, Pria Asal Tunisia Serang Warga, 3 Tewas

Brahim Aouissaoui. 

Jumat, 30 Oktober 2020 15:47 WIB 30 Oktober 2020, 15:47 WIB

INDOZONE.ID - Seorang warga Tunisia Brahim Aouissaoui menjadi tersangka dalam serangan di Kota Nice yang menewaskan tiga orang pada Kamis (29/10/2020). Kejadian itu berselang dua minggu setelah Samuel Paty, seorang guru sejarah dipenggal oleh seorang pemuda berusia 18 tahun yang marah karena menunjukkan kartun nabi Muhammad.

Melansir dari Reuters, kepala jaksa anti-teroris Jean-Francois Ricard mengatakan tersangka dalam serangan di Nice adalah seorang pria Tunisia yang lahir pada 1999 yang telah tiba di Eropa pada 20 September di Lampedusa, pulau Italia di lepas Tunisia yang merupakan titik pendaratan utama bagi para migran dari Afrika.

Sumber keamanan Tunisia dan sumber polisi Prancis menyebut tersangka sebagai Brahim Aouissaoui. Ricard mengatakan pada konferensi pers di Nice bahwa pria itu memasuki kota dengan kereta api pada Kamis pagi dan pergi ke gereja. Di tempat itu, tersangka menikam dan membunuh petugas gereja berusia 55 tahun dan memenggal kepala seorang perempuan berusia 60 tahun.

Dia juga menikam seorang wanita berusia 44 tahun yang melarikan diri ke kafe terdekat tempat dia membunyikan alarm sebelum meninggal, kata Ricard. Polisi kemudian datang dan menghadapi penyerang yang masih meneriakkan "Allahu Akbar", dan menembak serta melukai dia.

"Pada penyerang kami menemukan sebuah Alquran dan dua telepon, pisau kejahatan 30 cm dengan ujung tajam 17 cm. Kami juga menemukan tas yang ditinggalkan oleh penyerang. Di samping tas ini ada dua pisau yang tidak digunakan dalam penyerangan," ujar Ricard.

Saat ini, tersangka berada di rumah sakit dalam kondisi kritis. Juru bicara pengadilan khusus kontra-militansi Tunisia Mohsen Dali mengatakan kepada Reuters bahwa Aouissaoui tidak terdaftar oleh polisi di sana sebagai tersangka militan.

Dia mengatakan Aouissaoui meninggalkan negara itu pada 14 September dengan perahu, menambahkan bahwa Tunisia telah memulai penyelidikan forensiknya sendiri atas kasus tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US