Fakta-fakta Hakim PN Medan Tewas di Jurang, Diduga Dibunuh?
Istimewa
News

Fakta-fakta Hakim PN Medan Tewas di Jurang, Diduga Dibunuh?

Sabtu, 30 November 2019 13:57 WIB 30 November 2019, 13:57 WIB

INDOZONE.ID - Jum'at (29/11), sesosok mayat pria ditemukan tewas di jurang areal kebun sawit warga di dusun II Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang.

Diketahui korban bernama Jamaluddin yang merupakan warga Perumahan Royal Monaco Blok D No. 22, Medan Johor, Sumatera Utara. Dari informasi yang beredar, Jamaluddin adalah hakim yang juga humas Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Warga menemukan jasad korban di dalam dalam satu unit mobil Toyota Land Cruiser Prado berplat polisi BK 77 HD warna hitam. Saat ditemukan, jasad sudah membiru dengan kondisi tangan terikat dan duduk di bangku belakang.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto membenarkan adanya penemuan mayat di jurang.

"Masih dalam penyelidikan. Kuat dugaan korban pembunuhan," kata Eko kepada wartawan, Jumat malam (29/11).

tempat
ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Kapolsek Kutalimbaru AKP Bilter Sitanggang mengatakan, dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) tidak ditemukan adanya luka di tubuh Jamaluddin.

"Di tubuh korban enggak ada luka, dan si korban di bawah tempat duduk di belakang sopir. Kita temukan korban sendiri," kata AKP Bilter Sitanggang saat ditemui di RS Bhayangkara Medan, Jumat malam.

AKP Bilter menambahkan, saat ditemukan, kondisi mobil yang ditumpangi Jamaluddin dalam keadaan rusak parah.

Hakim PN Medan tewas
Istimewa

"Kondisi kepala mobil kandas di pohon sawit. Korban ditemukan seorang sendiri," ujarnya.

Di sisi lain, Juraida yang merupakan istri korban mengatakan, sebelum ditemukan tewas, Jamaluddin sempat berpamitan untuk bertemu rekannya di Bandara Kualanamu.

istri
ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

"Kata istrinya tadi sama saya, dia (korban) jemput temannya ke bandara. Jam 5 sudah berangkat dari rumah," kata Humas PN Medan Erintuah saat ditemui di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan, Jumat malam.

Erintuah menuturkan, rekan kerjanya sempat melihat Jamaluddin datang ke kantor. Saat itu, Jamaluddin tampak tak memakai pakaian training seperti yang dipakai saat ditemukan meninggal dunia.

"Masih pakai jeans dia, belum pakai training. Karena memang setiap hari Jumat kami olahraga, cuma hari ini enggak ada olahraga karena ada kegiatan sosialisasi. Tapi waktu sosialisasi itu dia udah enggak kelihatan," jelasnya.

Saat ini, jenazah Jamaluddin masih berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Medan guna dilakukan autopsi. Terlihat pula sejumlah sanak keluarga yang masih menunggu di depan kamar jenazah.

Sementara itu, Pihak Pengadilan Negeri (PN) Medan berharap polisi bisa mengusut tuntas kasus kematian Jamaluddin yang ditemukan di jurang.

"Kami berharap ini bisa tuntas. Tadi saat saya telepon keluarganya, mereka setuju korban diautopsi dan agar pihak kepolisian mengusut tuntas kasus ini," kata Ketua PN Medan Sutio Jumagi Akhirno, di RS Bhayangkara Medan.

Sutio juga menambahkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) terkait kasus kematian hakim tersebut.
 
"Kita sudah koordinasi tadi dengan Polda Sumut. Makanya kita berada di sini," ujarnya.

dadang
ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, yang juga berada di RS Bhayangkara mengatakan pihaknya tengah menyelidiki kasus kematian hakim tersebut. Namun, ia belum menyimpulkan apakah motif kematian Jamaluddin karena insiden pembunuhan. Kesimpulan motif pembunuhan itu kata Dadang membutuhkan hasil dari TKP.

"Setelah itu dapat, baru kita bisa menyimpulkan arahnya ke mana," ujarnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri
Putri

Putri

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU