The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kini Penuh Kontroversi, Eks Jubir KPK Febri Diansyah: Lihatlah Kondisi KPK Pasca Revisi
Febri Diansyah. (Instagram/@febridiansyah.id)
News

Kini Penuh Kontroversi, Eks Jubir KPK Febri Diansyah: Lihatlah Kondisi KPK Pasca Revisi

Rabu, 05 Mei 2021 10:20 WIB 05 Mei 2021, 10:20 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah buka suara terkait tes wawasan kebangsaan bagi pegawai KPK yang menjadi polemik. Tes wawasan kebangsaan tersebut membuat Novel Baswedan dan para pegawai KPK lainnya terancam dipecat dari lembaga antirasuah tersebut.

Febri pun mempertanyakan mengapa yang berjuang membongkar skandal korupsi justru ingin diusir dari KPK. Dia menilai hal tersebut merupakan 'pembusukan' upaya pemberantasan korupsi.

"Jika mereka yg bersih dan berjuang membongkar skandal korupsi justru ingin diusir dari lembaga antikorupsi, inilah yg sesungguhnya pantas disebut pembusukan upaya pemberantasan korupsi. Buah revisi UU KPK satu persatu terlihat. KPK tmpak tumbuh dg kontroversi dan minim prestasi," kata Febri melalui akun Twitter-nya, Selasa (4/5/2021).

Febri menilai KPK kini tumbuh dengan kontroversi dan minim prestasi. Febri kemudian mengungkapkan ada penyidik yang sedang menangani kasus-kasus besar terancam terusir dari KPK, salah satunya sedang menangani kasus bansos COVID-19 yang sangat merugikan masyarakat.

"Ada kasus2 besar yg skrg sdg ditangani sjumlah Penyidik yg namanya beredar di media akan disingkirkan dr KPK. Sebut saja korupsi Bansos Covid-19, suap Benur di KKP, kasus suap trkait izin di ESDM dg tsk Samin Tan yg baru ditangkap bbrpa wkt lalu, E-KTP dan jg tanjung balai. Bhkan ada tim penyidik yg dulu pernah menangkap Setya Novanto, Ketua DPR RI dalam kasus E-KTP," ungkap Febri.

Baca juga: Pegawai KPK Dikabarkan Tidak Lolos ASN, Komisi III: Jangan Berpolemik, Tunggu Hasil

Dia juga mengaku sudah hapal bahwa setelah ini para pegawai KPK yang tersingkir dari KPK akan dicap bergabung dengan kelompok taliban, radikal atau bergabung dengan aliran tertentu. Narasi tersebut, kata Febri, biasa digunakan untuk menyerang lawan-lawan politik.

"Lebih konyol lagi, mereka distempel Taliban dan Radikal. Narasi yg jg dgunakan untuk menyerang lawan2 politik dan melegitimasi proses Revisi UU KPK. Oleh orang2 dan robot yg sama," kata Febri.

tanggapan febri diansyah soal polemik kpk
Tanggapan Febri Diansyah saat soal polemik KPK belakangan ini. (Twitter/@febridiansyah)

Febri kemudian mengungkit soal RUU KPK. Menurutnya, kondisi KPK pasca-revisi sangat berbeda. Pimpinannya, kata dia, penuh kontroversial.

"Sekarang lihatlah, bagaimana kondisi KPK pasca revisi dan kinerja KPK dari proses pemilihan Pimpinan KPK yg kontroversial," ujarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
JOIN US
JOIN US