The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Menlu Filipina Serang Tiongkok dengan 'F-Bomb' Terkait Masalah Laut China Selatan
Menlu Filipina yang beri kritikan pedas pada kapal China (wikipedia)
News

Menlu Filipina Serang Tiongkok dengan 'F-Bomb' Terkait Masalah Laut China Selatan

Di Twitter.

Rabu, 05 Mei 2021 13:17 WIB 05 Mei 2021, 13:17 WIB

INDOZONE.ID - Tiongkok dan Filipina kembali bersitegang terkait masalah Laut China Selatan. yang dipersengketakan tersebut. Kali ini, pihak FIliphina yang diwakili Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin Jr, menyerang Tiongkok dengan 'F-bomb.'

Bukan secara harfiah sebagaimana bom bahan peledak, namun 'F-bomb' yang dimaksud adalah kata-kata makian dan kecaman dengan bahasa lugas, bahkan memakai sumpah serapah di media sosial Twitter.

Sumpah serapah itu dicuitkan dalam bahasa Inggris oleh Locsin. Ia meminta Tiongkok untuk tinggalkan Laut China Selatan dan menyebut mereka bodoh.

Baca Juga: Update Corona Dunia 5 Mei: Nyaris 155 Juta Kasus, India Masih Parah

Hal ini disebabkan Locsin tak begitu mempercayai hasil negoisasi diplomatik yang menurutnya tak berarti apa-apa. 

Umpatan Locsin adalah eskalasi terbaru hubungan kedua negara setelah memburuk pasca masuknya ratusan kapal nelayan China di Whitsun Reef. Wilayah ini berada sekitar 175 mil laut sebelah barat Pulau Palawan, Filipina dan 638 mil Hainan China.

Makian Locsin makin jadi setelah China dikabarkan melakukan "tindakan agresif" terhadap kapal-kapal Filipina di dekat Scarborough Shoal. Area ini adalah salah satu daerah penangkapan ikan terkaya di kawasan itu.

Scarborough Shoal berada di sebelah barat pulau utama Luzon di Filipina dan 470 mil laut pantai China terdekat. Tiongkok menduduki area itu sejak 2012, meski pengadilan internasional 2016 memenangkan Filipina sebagai pemiliknya.

Sebelumnya, Tiongkok menegaskan mereka memiliki kedaulatan di wilayah itu dan mendesak Filipina untuk tidak meningkatkan konflik. Sementara Filipina merasa wilayahnya dilanggar. 

Juru Bicara Presiden Duterte mengatakan tak akan mencampuri cuitan Locsin.

"Kami tak akan mencampuri hak kebebasan berbicara Locsin," kata Juru Bicara Kepresidenan Harry Roque.

meski ramah terhadap Tiongkok, Duterte menegaskan Filipina tak akan menarik pasukan di LCS, yang sebelumnya memang dikerahkan untuk menanggapi kehadiran Tiongkok. 

"Saya akan memberi tahu China, kami tidak ingin masalah. Kami tidak ingin perang. Tetapi jika Anda menyuruh kami pergi, tidak," kata Duterte dikutip dari AFP.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
M Fadli
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
M Fadli

M Fadli

Writer
JOIN US
JOIN US