The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kapal Pertamina yang Dicegat Aktivis Greenpeace Terdaftar dan Berbendera Singapura
Kapal Pertamina Prime dicegat Greenpeace. (Instagram/@kbuus/Greenpeace)
News

Kapal Pertamina yang Dicegat Aktivis Greenpeace Terdaftar dan Berbendera Singapura

Kabarnya membawa minyak Rusia

Selasa, 05 April 2022 16:51 WIB 05 April 2022, 16:51 WIB

INDOZONE.ID - Aktivis Greenpeace pada Kamis (31/3/2022) mencegat kapal Pertamina Prime milik Pertamina, yang melakukan perpindahan muatan 100.000 ton minyak Rusia dari kapal supertanker lain Seaoath. Para aktivis menghadang kapal tanker dengan menggunakan kayak dan perahu karet di perairan Denmark.

Dalam akun Instagram @greenpeaceid yang dikutip, Selasa (5/4/2022), organisasi itu menyebut aksi mereka adalah bentuk protes atas perang yang terjadi di Ukraina

Selain itu juga sebagai desakan untuk penghentian penggunaan bahan bakar fosil yang membuat krisis iklim Bumi semakin memburuk.

Greenpeace juga menjelaskan bahwa kapal Pertamina Prime yang dihadang berbendera Singapura.

“Kapal Pertamina Prime milik Pertamina itu terdaftar di Singapura, bukan Indonesia,” tulis Greenpeace.

Spesifikasi Kapal

Mengutip dari berbagai sumber, Kapal Pertamina Prime merupakan kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang dibangun sejak Desember 2019 di Jepang.

Baca juga: Joko Anwar Kedapatan Produksi Film Luar Negeri 'Fritzchen', Adaptasi Horor dari Cerpen

Kapal memiliki single screw driven single deck type crude oil tanker dengan panjang 330 meter dan draft 21.55 meter. 

Kapal Pertamina Prime, meski dimiliki Pertamina akan tetapi didaftarkan di Singapura, sehingga mengibarkan bendera Singapura.

Kapal Pertamina Prime memiliki berbagai keunggulan, di antaranya adalah menggunakan teknologi Super Stream Duct pada desain kapal sehingga membuat performa VLCC Pertamina Prime memiliki kecepatan trial sebesar 16.9 knot, serta efisiensi fuel oil consumption (metric Ton/day) mencapai 20-25% dibanding kapal sejenis dengan design lama. 

Selain itu, kapal VLCC mutakhir ini juga telah memenuhi requirement terminal modern di dunia dan regulasi internasional yaitu IMO Annex VI Tier III yang berguna untuk pembatasan emisi gas buang Sulphur Oxide (SOx) dan Nitrogen Oxide (NOx).

Memiliki kapasitas daya angkut yang besar membuat VLCC Pertamina Prime dapat memperkuat jaminan stok dan ketahanan energi nasional yang tentunya dapat memberikan manfaat bagi negara Indonesia.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Rachmat Fahzry
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US