The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

ProDEM Ungkap Bukti Soal Laporan Bisnis PCR Luhut-Erick Thohir ke Polisi
Pelapor Lutuh-Erick Thohir, Ketua ProDEM Iwan Sumule (kanan) di Mapolda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

ProDEM Ungkap Bukti Soal Laporan Bisnis PCR Luhut-Erick Thohir ke Polisi

Senin, 29 November 2021 15:03 WIB 29 November 2021, 15:03 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Majelis Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDEM) Iwan Sumule hari ini tengah menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya terkait laporan bisnis PCR dengan tudingan dilakukan oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan serta Menteri BUMN Erick Thohir. Dalam pemeriksaan ini, Iwan membawa sejumlah barang bukti.

"Hari ini kami datang tentu akan juga sertai beberapa bahan dan bukti tes PCR akan kami sertakan juga," kata Iwan kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (29/11/2021).

Iwan menyebut barang bukti tersebut juga diserahkan kepada penyidik. Dia pun membeberkan barang bukti yang dibawa oleh dirinya.

"Prinsipnya kami datang pasti kami akan sertakan beberapa bahan tambahan termasuk beberapa artikel dan bukti-bukti yang sudah disampaikan oleh media tentang pengakuan Pak Luhut lewat jubirnya bahwa ada kepemilikan saham Pak Luhut pada PT GSI termasuk Pak Erick," beber Iwan.

Seperti diketahui, LSM Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDEM) resmi melaporkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Polda Metro Jaya beberapa waktu yang lalu. Kasus yang dilaporkan sendiri berkaitan dengan dugaan tindakan kolusi dan nepotisme terkait isu bisnis PCR.

BACA JUGA: Segini Besar Modal Luhut di PT GSI, Enggan Pakai Yayasan Bisnis Tes PCR, Takut Uang Raib

Laporan polisi itu sendiri teregister dengan nomor STTLP/B/5734/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya dengan pelapor bernama Iwan Sumule dan terlapor Luhut Binsar serta Erick Thohir.

Pasal yang dilaporkan berkaitan dengan kolusi dan nepotisme Pasal 5 angka 4 junto Pasal 21 dan Pasal 22 UU nomor 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Samsudhuha Wildansyah
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US