The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

DPR Minta Pemerintah Jaga Ketat Pintu Masuk RI Cegah Penularan Omicron
Instagram/@rahmadhandoyo
News

DPR Minta Pemerintah Jaga Ketat Pintu Masuk RI Cegah Penularan Omicron

Tetap jaga prokes.

Minggu, 28 November 2021 12:40 WIB 28 November 2021, 12:40 WIB

INDOZONE.ID - Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo meminta pemerintah untuk memperketat pintu-pintu masuk ke Indonesia, baik di bandara, pelabuhan, maupun di perbatasan darat, untuk mencegah penularan varian baru Covid-19. Selain itu, proses karantina juga perlu diperketat, karena menurutnya dapat menjadi pertahanan negara dari ancaman virus.

“Termasuk  proses karantina harus kita perkuat, agar petugas tetap menjaga sesuai dengan protokol kesehatan yang telah ditentukan. Warga negara asing yang berkunjung ke Indonesia dan warga Indonesia yang kembali dari negara lain, harus tetap mengikuti protokol kesehatan,” kata Rahmad kepada Indozone, Minggu (28/11/2021).

Legislator PDI Perjuangan ini juga mengatakan, Indonesia juga harus mengikuti rekomendasi WHO dalam menghadapi penyebaran varian B.1.1.529, yang dinamai WHO dengan Omicron. Indonesia juga harus berkoordinasi dan bersinergi  dengan masyarakat internasional, guna meningkatkan pemahaman, antisipasi, dan pengendalian  tentang varian anyar Covid-19 ini.

“Rekomendasi dan kebijakan yang ditetapkan WHO dalam menghadapi virus Omicron ini harus jadi perhatian kita. Kemudian  ditambah lagi dengan kebijakan  kita sendiri, baik untuk menambah dan menyesuaikan," katanya menjelaskan.

Sesuai rekomendasi WHO dan para ahli, Rahmad melanjutkan, varian baru ini dihadapi dengan cara ilmiah dan berbasis resiko. Artinya, kata dia, protokol 3T harus diperkuat, yaitu dengan testing, tracing, dan treatment.

“Selanjutnya yang berbasis resiko, kita tetap mengupayakan perubahan perilaku dengan cara memasifkan  3M, lalu ditambah mengurangi mobilitas, aktivitas, berkunjung tempat keramaian,” katanya.

Adapun saat ini, Rahmad melanjutkan, salah satu cara efektif melawan pandemi adalah vaksinasi. Meskipun Omicron disebut mengurangi efektivitas vaksin, dia menyebut upaya itu harus tetap dilakukan.

“Meskipun varian omicron yang terdeteksi pertama kali  Africa Selatan serta telah menyebar kesejumlah negara itu diprediksi bisa melawan vaksinasi. Namun  vaksinasi harus terus digencarkan sesuai target pemerintah Sambil jalan lah. Para ilmuwan tentu akan terus mengkaji, memperbaiki menyempurnakan terhadap vaksin.  Paling tidak vaksinasi kita optimalkan melawan Covid-19,” katanya.

Selain itu, dia juga meminta seluruh masyarakat Indonesia tidak panik dalam menghadapi varian baru Covid-19 ini. Menurutnya, karakteristik dasar virus adalah bermutasi, sehingga menghadapinya harus tetap tenang. 

“Artinya, melihat karakteristik virus secara biologis, maka mutasi  adalah sebuah keniscayaan. Karena itu lah kita tak punya banyak pilihan, harus menghadapi dengan tenang, jangan panik," katanya.

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Gema Trisna Yudha
Harits Tryan Akhmad
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US