The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Fakta Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual, Dilecehkan Dosen saat Minta Tanda Tangan
Kepala Subdit 4 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni menjelaskan perihal laporan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen Unsri, Selasa (30/11/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko)
News

3 Fakta Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Seksual, Dilecehkan Dosen saat Minta Tanda Tangan

Selasa, 30 November 2021 21:20 WIB 30 November 2021, 21:20 WIB

INDOZONE.ID - Pelecehan seksual di lingkungan kampus Indonesia kembali terjadi. Kali ini di Universitas Sriwijaya, Palembang, Sumatera Selatan.

Korban berinisial DR (22 tahun) akhirnya membuat laporan ke Polda Sumatera Selatan setelah proses pendampingan yang panjang, pada Selasa (30/11/2021).

Menurut Kepala Subdit 4 Remaja, Anak, dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni, korban melaporkan bahwa dirinya dilecehkan oleh dosennya dalam proses penggarapan skripsi sebagai tugas akhir.

“Sesuai keterangan dari korban yang kami terima ia dilecehkan secara fisik,” jelas Masnoni kepada wartawan.

Berikut 3 fakta yang telah Indozone rangkum untuk pembaca mengenai kasus ini.

1. Dilecehkan saat Minta Tanda Tangan

ist
Ilustrasi pelecehan seksual di kampus. (Freepik)

Kompol Masnoni menjelaskan, DR diduga dilecehkan oleh dosennya bukan saat proses bimbingan skripsi, melainkan saat tahap akhir penggarapan skripsi, yaitu saat meminta tanda tangan dari dosennya sebagai syarat kelulusan.

“Dia (korban) itu sudah selesai skripsi, tinggal minta tanda tangan pengajuan kelulusan. Ya di situ kejadiannya dimanfaatkan (oleh dosen),” jelas Masnoni.

2. Rektorat Unsri Bentuk Tim Adhoc

Kepala Subdit 4 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni menjelaskan perihal laporan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen Unsri, Selasa (30/11/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko)
Kepala Subdit 4 Remaja, Anak dan Wanita (Renakta) Ditreskrimum Polda Sumsel Kompol Masnoni menjelaskan perihal laporan korban pelecehan seksual oleh oknum dosen Unsri, Selasa (30/11/2021) (ANTARA/M Riezko Bima Elko)

Sebelum laporan ke polisi masuk, pihak Rektorat Universitas Sriwijaya telah membentuk tim adhoc untuk menyelidiki kasus ini.

Rektor Unsri Anis Saggaf mengatakan, tim adhoc tersebut beranggotakan Wakil Rektor 1 dan 2 sekaligus dekan setiap fakultas. Mereka diperintahkan untuk menyelidiki kasus dugaan pelecehan seksual tersebut secara internal.

"Sebetulnya tim ini sudah dibentuk sejak dua bulan lalu (saat pertama kali mencuatnya kabar pelecehan). Tim inilah yang mendalami dugaan pelecehan itu secara proporsional,” kata Anis, Jumat (26/11/2021), dikutip dari Antara.

3. Korban Tak Cuma Satu Orang

Ilustrasi pelecehan seksual di kampus. (Freepik)
Ilustrasi pelecehan seksual di kampus. (Freepik)

Kompol Masnoni melanjutkan, korban pelecehan dosen Unsri bukan cuma DR, tetapi setidaknya ada dua orang lagi.

Namun, berbeda dari apa yang dialami oleh DR, dua korban lagi itu dilecehkan melalui telepon dan pesan WhatsApp.

“Total ada tiga korban, tapi sementara ini baru ada satu LP (laporan polisi). Dua korban lainnya mengalami pelecehan tidak secara fisik tapi dari saluran telepon,” kata Masnoni.

Walau begitu, Masnoni memastikan bahwa pihaknya akan tetap menindaklanjuti laporan para korban.

Setelah keterangan lengkap, pihaknya akan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memanggil oknum dosen selaku terlapor.

“Akan kami kembangkan sehingga kasus ini menjadi jelas. Bila ada unsur pidana tentu ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku,” kata Masnoni.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US