Tanda-Tanda Predator Seks yang Harus Diwaspadai
Ilustrasi (Pexels/Magda Ehlers)
News

Tanda-Tanda Predator Seks yang Harus Diwaspadai

Kenali tanda-tandanya.

Selasa, 07 Januari 2020 11:36 WIB 07 Januari 2020, 11:36 WIB

INDOZONE.ID - Seorang mahasiswa Indonesia di Inggris, Reynhard Sinaga (36) diputus bersalah atas kasus kejahatan seksual. Ia dihukum seumur hidup atas perbuatannya menjadi predator seks dengan korban setidaknya 48 laki-laki.

Target si predator seks tidak hanya perempuan, tapi bisa juga laki-laki. Korbannya pun bisa anak kecil hingga tokoh terkenal, seperti yang terjadi di dunia Hollywood beberapa tahun lalu.

Apakah kita bisa mengenali tanda-tanda seseorang di sekitar? Terapis Leonie Adamson mengungkapkan ada beberapa tanda predator seksual yang bisa dikenali.

"Mereka dapat menggunakan banyak kontrol dan kekuasaan," kata Leonie Adamson yang memiliki praktik klinis spesialisasi dalam pelecehan seksual seperti dikutip dari Healthista, Selasa (7/1).

Berikut tanda-tanda predator seks seperti yang diungkapkan oleh Leonie Adamson.

Predator Seksual
Ilustrasi (Pexels/freestocks.org)

1. Memberikan Perhatian di Tahap Awal

Pada tahap awal hubungan, predator seks akan memberikan banyak perhatian. Mereka mungkin akan menelefon berkali-kali dan mengirimkan pesan singkat yang menunjukkan betapa mereka peduli pada Anda.

Beginilah cara pelaku mulai membangun rasa ketergantungan korban. Pelaku berusaha tampil sebagai sosok yang membuat korban merasa dicintai, dilindungi, dan dihormati.

2. Memanipulasi Korban

Setelah tahap awal berjalan mulus, mereka akan menggunakan bahasa manipulatif untuk membuat korban merasa bersalah. Awalnya si predator akan mengejek penampilan korban dari pakaiannya, teman-temannya, atau hal apa pun yang tidak memenuhi harapannya.

Ketika korban marah, pelaku akan memutarbalikkan fakta sehingga membuat si korban seperti orang yang jahat. Pada akhirnya, hal ini membuat korban merasa bersalah dan meminta maaf pada predator.

Predator seksual
Ilustrasi (Pexels/Kat Jayne)

3. Pelaku Membuat Semuanya Terlihat Normal

Korban mulai menerima bahwa perlakuan pelaku yang mengejek penampilannya adalah hal yang normal. Siklus pelecehan pun dimulai.

4. Pelaku Merasa sebagai Korban

Dalam hal ini, pelaku berperan menjadi korban atau playing victim. Saat terjadi masalah karena pelecehan seksual, mereka akan menyalahkan korban. Tidak pernah mengambil tanggung jawab dan tidak peduli membuat pelaku terkadang seperti seorang yang narsis.

5. Mengejek Secara Seksual

Seorang predator seksual tidak peduli pada perasaan korbannya. Dia akan membuat komentar seksual yang melecehkan. Dia juga berusaha mengetahui setiap detail masa lalu korbannya agar bisa direndahkan dan diejek.

Predator seksual
Ilustrasi laki-laki dan perempuan (Pexels/Duong Nhan)

6. Mengabaikan Batas Secara Seksual

Dia mulai mengabaikan batas secara seksual dan memaksa korbannya untuk melakukan hal-hal yang tidak nyaman. Saat melakukannya, pelaku juga terkadang merekam dan mengancam akan menyebarkannya agar korban terjebak dalam hubungan itu.

7. Membuat Korban Menjauh dari Keluarga dan Teman-Teman

Dia meyakinkan bahwa perilakunya baik-baik saja dan dia mencintai korban. Dari sini, dia akan membuat korban kehilangan rasa percaya diri dan perlahan menjauh dari keluarga dan teman-temannya. Bagi pelaku, orang-orang terdekat korban adalah ancaman.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU