The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jumlah Kasus Baru COVID-19 di Eropa Berkurang, WHO: Belum Puncaknya
Ilustrasi: paramedis membawa pasien ke pusat gawat darurat di Maimonides Medical Center. (REUTERS/Brendan McDermid)
News

Jumlah Kasus Baru COVID-19 di Eropa Berkurang, WHO: Belum Puncaknya

Rabu, 15 April 2020 11:12 WIB 15 April 2020, 11:12 WIB

INDOZONE.ID - Jumlah kasus baru COVID-19 di negara-negara Eropa sudah mulai berkurang, termasuk Spanyol dan Italia. Namun, pandemi ini masih berkembang di Inggris dan Turki.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO) itu belum puncaknya. Karena itu, pihak WHO belum berencana melonggarkan aturan pembatasan.

"Secara global, 90 persen kasus di dunia berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Jadi kita tentu belum melihat puncaknya," ujar juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Margaret Harris, Selasa (14/4/2020).

Amerika Serikat, kata Harris, mempunyai epidemi terbesar saat ini. Sejauh ini, kasus COVID-19 di AS mencapai 613.886, dengan korban meninggal 26.047. Sementara itu, pasien yang sembuh mencapai 38.820 orang.

"Akan selalu ada kritik terhadap organisasi, penting untuk mendengarkan kritik terutama kritik konstruktif. Dan pekerjaan kami akan berlanjut terlepas dari masalah apa pun," ujar Harris.

Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump menyatakan resmi menghentikan pendanaan untuk Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pada Selasa (14/3/2020).

Menurut Trump, WHO telah "gagal dalam tugas dasarnya dan harus bertanggung jawab." Dia menyebut WHO menyampaikan informasi yang salah soal virus dari Tiongkok dan terlalu lunak kepada Tiongkok di awal penyebaran virus corona.

Hal ini menyebabkan kematian yang tidak perlu karena AS tidak melarang perjalanan ke Tiongkok. AS sendiri merupakan donatur terbesar untuk WHO.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Dina
Zega

Zega

Editor
Dina

Dina

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US