The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Astaga! Komnas Perempuan: Kekerasan Berbasis Gender Meningkat pada Masa Pandemi COVID-19
Ilustrasi demo tolak kekerasan seksual dan ekploitasi terhadap kaum wanita. (ANTARA)
News

Astaga! Komnas Perempuan: Kekerasan Berbasis Gender Meningkat pada Masa Pandemi COVID-19

Sabtu, 28 November 2020 22:21 WIB 28 November 2020, 22:21 WIB

INDOZONE.ID - Jumlah tindak kekerasan berbasis gender melalui jaringan (daring) meningkat saat pandemi COVID-19.

Hal ini diungkap Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Alimatul Qibtiyah dalam seminar virtual Kampus Merdeka dari Kekerasan Berbasis Gender, Sabtu (28/11/2020).

"Data kekerasan 2020 selama masa pandemi saja 1.617 kasus, dan 1.458 kasus di antaranya adalah kasus kekerasan berbasis gender," kata Alimatul dikutip dari ANTARA.

Alimatul menuturkan, kekerasan gender berbasis daring atau siber yang diadukan secara langsung ke Komnas Perempuan hingga awal Oktober 2020, sudah ada 659 kasus. Padahal pada 2017, hanya ada 17 kasus.

"Jenis kekerasan berbasis 'online' meningkat sangat tajam di saat pandemi terutama ada kebijakan 'stay at home' (tinggal di rumah) dan kehidupan kita berubah kebanyakan di dunia digital," tuturnya.

Dia menuturkan walaupun pendidikan jarak jauh, namun kekerasan berbasis gender masih ada. Terdapat 15 kasus kekerasan berbasis gender di perguruan tinggi yang langsung dilaporkan ke Komnas Perempuan pada periode Januari-Oktober 2020.

"Perlu ditegakkan di perguruan tinggi daripada pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual," tutur Alimatul.

Alimatul mengatakan jenis aduan kekerasan seksual di lembaga pendidikan antara lain perkosaan yang mana pelakunya adalah mahasiswa, pencabulan oleh dosen atau kepala program studi, pencabulan yang dilakukan oleh kakak tingkat.

Dia menuturkan penanganan kekerasan seksual memerlukan perhatian serius.

Menurut Alimatul, tidak mudah bagi perempuan korban kekerasan seksual untuk melaporkan kekerasan yang dialaminya.

Hal itu karena korban trauma, kehilangan harga diri, perendahan martabat serta berbagai bentuk stigma akan diperolehnya dari lingkungan sosial yang tidak mendukung korban untuk mendapatkan keadilan.

Kekerasan seksual sering dihubungkan dengan aib dan nama baik.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US