The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mendikbud Nadiem: Guru Penggerak Penting untuk Majukan Dunia Pendidikan
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan kepada wartawan di halaman SDN Nomor 25 Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kaltim, Rabu (7/4/2021). (ANTARA/M. Ghofar)
News

Mendikbud Nadiem: Guru Penggerak Penting untuk Majukan Dunia Pendidikan

Kamis, 08 April 2021 10:17 WIB 08 April 2021, 10:17 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim menyatakan bahwa peran Guru Penggerak penting dalam upaya memajukan dunia pendidikan.

Ia pun mengibaratkan topi Guru Penggerak lebih penting ketimbang topi Mendikbud.

"Topi Guru Penggerak lebih penting dari pada topi menteri saya, karena dari kepala Guru Penggerak yang penuh inovasi, maka setiap kesulitan dalam pembelajaran justru menjadi tantangan yang harus dicarikan solusi," ujarnya di Penajam, Rabu (7/4), seperti dilansir Antara.

Hal tersebut, ia sampaikan karena Guru Penggerak adalah guru yang melihat permasalahan merupakan tantangan yang harus dicarikan solusi, yakni melalui kreativitas dan berpikir merdeka untuk menjadi yang lebih baik.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Guru Penggerak selalu berpikir bahwa setiap anak mempunyai potensi yang berbeda sehingga guru akan berkreasi untuk mengembangkan potensi anak didiknya.

Ia mengatakan Guru Penggerak juga mau membagi ilmu dan berani tampil di depan guru lain, baik secara langsung dalam bentuk mendampingi maupun melalui saluran media sosial.

Nadiem menelaskan bahwa segi kemampuan tersebut dapat ditiru oleh guru lain.

"Guru Penggerak tidak akan putus asa dengan guru-guru lain yang mungkin agak lambat melakukan perubahan sehingga Guru Penggerak justru akan melakukannya pendekatan untuk perlahan mengubah paradigma bagi guru lainnya untuk bersama melakukan perubahan," katanya.

Sementara itu, dsalam sesi wawancara dengan wartawan setelah berdialog dengan sejumlah guru di halaman SDN 025 Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim ini, ia juga memberikan apresiasi kepada bupati setempat karena 70 persen dari total guru di PPU telah divaksin.

"Jika dalam waktu dekat semua telah divaksin maka PPU sudah bisa melakukan pembelajaran tatap muka dengan jumlah terbatas, yakni dalam satu kelas tidak boleh lebih dari 18 siswa dan menerapkan protokol kesehatan secara ketat," ucap Nadiem.

TAG
Zal
Zal

Zal

Editor
JOIN US
JOIN US