The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Vaksinasi di Tanah Abang Dibubarkan karena Ada Kerumunan, Ini Tanggapan Wagub DKI
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)
News

Vaksinasi di Tanah Abang Dibubarkan karena Ada Kerumunan, Ini Tanggapan Wagub DKI

Harus dibenahi.

Rabu, 24 Februari 2021 09:58 WIB 24 Februari 2021, 09:58 WIB

INDOZONE.ID - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menyayangkan vaksinasi Covid-19 di Pasar Tanah Abang dibubarkan oleh pihak kepolisian, karena terjadi penumpukan dari kerumunan warga untuk menerima vaksin.

Oleh sebab itu, Riza pun meminta pihak panitia yang mengurusi vaksinasi Covid-19 untuk pedagang tersebut membenahi ulang jadwal waktu warga yang akan menerima vaksin, sehingga tidak terjadi penumpukan.

"Ke depan kita minta panitia yang menyelenggarakan vaksin di Pasar Tanah Abang agar mengatur secara teknis dan detail," ucap Riza di Balai Kota, Jakarta Pusat, Rabu (24/2/2021).

"Umpamanya, kedatangan calon yang akan menerima vaksin itu diatur jamnya. Jangan sekadar dibagikan kupon hari dan tanggalnya saja. Tapi jam diatur, umpamanya jam 8-9 jam 9-10 sehingga tidak terjadi kerumunan," tambahnya.

Politisi Partai Gerindra ini menilai, kerumunan yang terjadi di Pasar Tanah Abang tersebut adalah masalah sederhana yang harus segera diselesaikan. Ia pun mengapresiasi aparat kepolisian yang telah bertindak.

Baca Juga: Duet Polri-Imigrasi Berhasil Tangkap Buronan Interpol Andrew Ayer yang Kabur di Bali

"Apa yang dilakukan Kapolsek dan jajaran sangat baik dan menjadi pembelajaran bagi semua dalam rangka pelaksanaan vaksin agar tetap mengatur sedemikian pelaksanaannya sesuai dengan protokol kesehatan," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Kapolsek Metro Tanah Abang Kompol Singgih Hermawan mengatakan awalnya pedagang yang mengantre baik di lantai 8 maupun di lantai 12 masih tertib, namun lambat laun antrean memanjang dan berdesak-desakan sehingga menimbulkan kerumunan tak berjarak.

"Banyak pedagang datang tidak sesuai jadwal dan menyebabkan antrean tidak sesuai protokol kesehatan. Awalnya kami imbau jaga jarak. Tapi diimbau juga tetap tidak menjaga jarak," ujar Singgih seperti dilansir dari Antara.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US