The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Anies Baswedan Dinilai Gagal Tangani Banjir, PSI Gulirkan Hak Interpelasi
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (INDOZONE)
News

Anies Baswedan Dinilai Gagal Tangani Banjir, PSI Gulirkan Hak Interpelasi

Apa alasannya?

Kamis, 25 Februari 2021 19:18 WIB 25 Februari 2021, 19:18 WIB

INDOZONE.ID - Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) DPRD DKI menyebutkan akan menggunakan hak interpelasi. Hal tersebut dilakukan karena menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan tak serius dalam menangani masalah banjir.

PSI pun menilai Gubernur Anies tidak menjalankan amanah penanggulangan banjir, bahkan diduga dengan sengaja menghambat kerja di dinas-dinas Pemprov DKI untuk mencegah banjir.

“Interpelasi ini kami ambil sebagai jalan konstitusional terakhir. Ini adalah tanggung jawab moral dan politik PSI terhadap warga Jakarta, khususnya yang dirugikan oleh banjir akibat kegagalan dan ketidakseriusan Gubernur Anies mengelola penanggulangan banjir,” ucap Wakil Ketua Fraksi PSI DPRD DKI, Justin Untayana, Kamis (25/2/2021).

PSI mengkritisi ketidakjelasan masterplan penanggulangan banjir, ketidakseriusan pembebasan lahan normalisasi, dan kebingungan kosa kata serta mandeknya normalisasi maupun naturalisasi sungai yang tidak ada kemajuan sama sekali.

Selain itu, PSI juga menganggap Anies yang sudah menjabat selama 3,5 tahun, namun justru mendorong revisi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta untuk menghapus normalisasi.

“Pemprov DKI terkesan abai dalam pencegahan banjir. Akibatnya, rakyat yang menderita. Kami khawatir akan menjadi preseden buruk untuk periode pemerintahan berikutnya pasca berakhirnya masa jabatan Gubernur Anies,” terangnya.

Selain itu, Pemprov DKI dalam pembebasan lahan yang menjadi penyebab utama terhambatnya upaya Kementerian PUPR melakukan pekerjaan konstruksi di lapangan, PSI mengimbau Anies harus menunjukan keberpihakan anggaran terhadap penanggulangan banjir selama ini.

“Saat itu, Pemprov DKI tidak bersedia mencairkan anggaran normalisasi dengan alasan defisit. Tapi di Desember 2019 dan Februari 2020, Gubernur malah mencairkan anggaran commitment fee Formula E sebesar Rp560 miliar. Bertahun-tahun anggaran banjir tidak menjadi prioritas sama sekali,” tutup Justin.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
Sarah Hutagaol

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US