The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hore, 4 Juta ASN Akan Terima Gaji Ke-13 pada Agustus 2020 Mendatang, Ini Rinciannya
Ilustrasi
News

Hore, 4 Juta ASN Akan Terima Gaji Ke-13 pada Agustus 2020 Mendatang, Ini Rinciannya

Senin, 27 Juli 2020 22:22 WIB 27 Juli 2020, 22:22 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Tjahjo Kumolo mengatakan, terdapat 4.100.894 Aparatur Sipil Negara (ASN) yang akan menerima gaji ke-13 pada Agustus 2020 mendatang.

Tjahjo mengatakan, para ASN itu bukan pejabat negara atau selevel eselon I, eselon II atau pejabat setaranya.

"?????Kira-kira yang terima gaji ke-13 sebanyak 4.100.894 orang. Pejabat negara atau Eselon I dan Eselon II tidak terima," ujar Tjahjo kepada ANTARA, Senin (27/7/2020)

Lebih rinci, para ASN yang akan menerima gaji ke-13 itu adalah Tenaga Administrator (Eselon III) sebanyak 101.149 orang, Tenaga Pengawas (Eselon IV) sebanyak 327.915 orang, Eselon V sebanyak 14.989 orang, Jabatan Fungsional Umum sebanyak 1.559.965 orang dan Jabatan Fungsional Teknis sebanyak 2.096.876 orang.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan untuk pelaksanaan kebijakan gaji ke-13 tahun 2020 dilakukan pada bulan Agustus, dengan terlebih dahulu melalui perubahan PP 35/2019 dan PP 38/2019 karena kategori penerimanya berubah.

"Kami akan koordinasi dengan Menpan-RB dalam perubahan PP yang diharapkan bisa selesai dalam satu sampai dua minggu sehingga pada Agustus sudah bisa melakukan pelaksanaan pembayaran," kata Sri.

Sri menjelaskan, anggaran yang disiapkan adalah Rp28,5 triliun terdiri dari melalui APBN untuk gaji dan tunjangan yang melekat pada gaji ASN pusat Rp6,73 triliun dan pensiun ke-13 Rp7,86 triliun serta ASN daerah melalui APBD Rp13,89 triliun.

Sri mengatakan bahwa kebijakan pencairan gaji dilakukan agar ada suntikan dana segar kepada ASN untuk meningkatkan konsumsi. Namun, karena masih mempertimbangkan efisiensi anggaran, pencairan gaji ke-13 tidak sebesar tahun sebelumnya.

Kondisi saat ini sudah berbeda mengingat penyebaran COVID-19 yang semakin masif sehingga membutuhkan belanja penanganan lebih besar yakni mencapai Rp695,2 triliun.

Sementara pendapatan negara diprediksikan terkontraksi hingga 10 persen yaitu Rp1.699,9 triliun dalam target perubahan APBN pada Perpres 72/2020 dan defisit diperlebar dari 5,07 persen menjadi 6,34 persen

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US