The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Proyek Jurassic Park, KLHK: Tak Boleh Satu pun Komodo Jadi Korban
Ilustrasi komodo. (Pexels/Irina Babina Nature and Wildlife)
News

Proyek Jurassic Park, KLHK: Tak Boleh Satu pun Komodo Jadi Korban

Tuai kontroversi.

Rabu, 28 Oktober 2020 16:45 WIB 28 Oktober 2020, 16:45 WIB

INDOZONE.ID - Pembangunan taman serupa "Jurassic Park" di Pulau Rinca, Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur saat ini telah berjalan 30%. Proyek ini direncanakan akan selesai pada Juni 2021.

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebut izin pembangunan untuk proyek ini telah keluar sejak 4 September lalu dengan memerhatikan habitat dan perilaku komodo. Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem KLHK, Wiratno.

Wiratno mengatakan pembangunan dilakukan pada 2,5% dari keseluruhan area Pulau Rinca yang memiliki luas 20 ribu hektare.

"Luas sarana dan prasarana yang dibangun di situ kira-kira satu hektare. Walaupun demikian, walaupun persentasenya kecil tetap kita memastikan bahwa komodo tidak boleh menjadi korban pembangunan ini. Tidak boleh ada satu pun komodo yang menjadi korban," kata Wiratno dalam webinar Penataan Sarpras di Loh Buaya Taman Nasional Komodo, Rabu (28/10/2020).

Berdasarkan pengamatan yang disebut Wiratno, jumlah komodo yang sering berkeliaran di sekitar area pembangunan proyek di Loh Buaya sekitar 15 ekor. Menurutnya, beberapa di antaranya memiliki perilaku yang tidak bisa menghindar dari manusia.

Untuk memastikan keselamatan komodo, ia menyebut setiap hari ada 10 ranger yang ditugaskan untuk memeriksa keberadaan komodo di lokasi pembangunan.

"Setiap hari ada 10 ranger yang memastikan bahwa sebelum mereka bekerja ada pemeriksaan di kolong-kolong bangunan atau reruntuhan bangunan yang sudah dibongkar ada komodonya atau tidak, (juga) di bawah kolong truk," lanjut Wiratno.

Proyek Jurassic Park, KLHK: Tak Boleh Satu pun Komodo Jadi Korban
Titik-titik keberadaan komodo dan area pembangunan sarana dan prasarana di Pulau Rinca, TN Komodo, NTT. (Tangkapan layar Biro Humas KLHK)

Ia juga mengatakan pembangunan itu dilakukan tidak pada titik-titik keberadaan komodo yang biasa hidup di lembah-lembah.

"Ini kondisi lembah-lembah di Pulau Rinca dan titik-titik kuning adalah spot-spot ditemukannya komodo. Di lingkaran kuning kiri atas adalah wilayah Loh Buaya yang ada sarana dan prasarana dan yang saat ini sedang dibangun oleh PUPR," pungkas Wiratno.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Utami Evi Riyani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US