The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jelang New Normal, Kemenperin Sudah Terbitkan 17.109 Izin Operasional
Ilustrasi.(freepik)
News

Jelang New Normal, Kemenperin Sudah Terbitkan 17.109 Izin Operasional

Bagi industri.

Selasa, 26 Mei 2020 16:12 WIB 26 Mei 2020, 16:12 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan bahwa hingga kini pihaknya telah menerbitkan sebanyak 17.109 Izin Operasional dan Mobilitas Kegiatan Industri (IOMKI) bagi industri tertentu di tengah pandemi virus corona. Penerbitan IOMKI itu sendiri diberikan demi menjaga gerak perekonomian, khususnya dalam upaya pemenuhan kebutuhan pokok seperti pangan dan kebutuhan strategis lainnya. 

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri atau perusahaan yang sudah memegang IOMKI, tetap wajib menerapkan standar protokoler kesehatan apabila izinnya tidak ingin dicabut.

“IOMKI adalah komitmen dari kami, bahwa industri harus tetap beroperasi dengan memperhatikan protokol kesehatan. Industri tidak boleh berhenti, karena industri adalah kontributor perekonomian terbesar bagi Indonesia,” tegas Agus di Jakarta, Selasa (26/5/2020). 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor industri masih memberikan kontribusi paling besar terhadap struktur produk domestik bruto (PDB) nasional hingga 19,98 persen pada triwulan I tahun 2020, meskipun di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

Beberapa sektor industri pengolahan nonmigas yang masih mencatatkan kinerja positif sepanjang tiga bulan pertama tahun ini, di antaranya adalah industri kimia, farmasi dan obat tradisional yang tumbuh 5,59 persen, kemudian industri alat angkutan (4,64 persen) serta industri makanan dan minuman (3,94 persen).

ilustrasi
Ilustrasi.(freepik)

Di samping itu, nilai investasi industri pengolahan selama triwulan I tahun 2020 menunjukkan angka positif di tengah tekanan akibat pandemi Covid-19. Sepanjang tiga bulan pertama 2020, total penanaman modal sektor manufaktur di tanah air menyentuh angka Rp64 triliun atau naik 44,7 persen dibanding capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp44,2 triliun.

"Pada kuartal I tahun 2020 ini, nilai investasi industri manufaktur memberikan kontribusi yang signifikan, hingga 30,4 persen dari total investasi keseluruhan sektor Rp210,7 triliun," ungkapnya.

Menperin menyebutkan, rincian nilai investasi sektor industri manufaktur pada periode triwulan I-2020, yaitu berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) mencapai Rp19,8 triliun serta penanaman modal asing (PMA) sebesar Rp44,2 triliun. Jumlah sumbangsih tersebut melonjak dibanding perolehan pada periode yang sama tahun lalu, yakni PMDN sekitar Rp16,1 triliun dan PMA (Rp28,1 triliun).

Dengan memperhatikan sangat strategisnya sektor industri pada perekonomian di new normal, Agus sangat berharap pelaku usaha dapat mematuhi segala ketentuan dari pemerintah, khususnya saat memasuki new era. Dengan begitu diharapkan tidak ada second wave dari pandemi covid-19 di Indonesia yang pastinya akan memukul ekonomi nasional.

“Lebih lanjut, masyarakat akan hidup dalam keadaan new normal. Ini berlaku bagi seluruh sendi-sendi kehidupan, termasuk bagi sektor industri dan kawasan industri. Salah satu prasyarat dalam kenormalan baru adalah mengelola aktivitas industri dalam koridor protokol kesehatan,” pungkasnya.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US