TNI Kembangkan Konsep Operasi Network Centric Warfare
Panglima TNI saat memberikan sambutan di hadapan ratusan perwira TNI di Bandung, Kamis (7/11).
News

TNI Kembangkan Konsep Operasi Network Centric Warfare

Membutuhkan perwira adaptif.

fauzi
Kamis, 07 November 2019 19:02 WIB 07 November 2019, 19:02 WIB

INDOZONE.ID - Tentara Nasional Indonesia (TNI) serius mengembangkan konsep operasi non-konvensional. Saat ini, TNI tengah mengembangkan operasi multi dimensi yang berbasis teknologi Network Centric Warfare (NCW), dibarengi dengan pelibatan Siber TNI, Puspen TNI, intelijen, teritorial, satgas dukungan dan upaya diplomasi.

Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto menuturkan, NCW adalah metode peperangan yang berbasis pada konektivitas jaringan komunikasi dan data secara real time, dari markas ke unit-unit tempur dan sebaliknya untuk mempercepat proses pengambilan keputusan komando, berdasar data dan informasi terkini.

"Untuk itu butuh dukungan teknologi tinggi agar memiliki kemampuan Network Centric Warfare, salah satunya adalah melalui program interoperability Kodal (Komando Pengendalian) yang sudah diajukan ke Kementerian Pertahanan melalui mekanisme pengadaan Alutsista luar negeri," kata Panglima TNI di hadapan 566 Perwira Siswa Seskoad, Seskoal dan Seskoau tahun 2019, bertempat di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Darat, Bandung, Jawa Barat, Kamis (7/11).

Panglima TNI, Seskoad, Seskoal, Seskoau
(Puspen TNI)

Lebih jauh Panglima TNI menerangkan, Puspen TNI tidak lagi hanya sebagai institusi penerangan masyarakat, tetapi sudah harus berubah menjadi media warrior yang melaksanakan media warfare untuk memenangkan opini publik. Demikian juga dengan Siber TNI, Psikologi TNI, dan Koopssus TNI yang melaksanakan operasi-operasi khusus.  

“Keberhasilan operasi TNI harus dicapai melalui segala lini dan dilaksanakan secara terintegrasi, dengan tujuan akhir adalah untuk keberhasilan pelaksanaan tugas pokok," tandas Panglima TNI.

Ditambahkan olehnya, spektrum ancaman yang sangat kompleks membutuhkan organisasi TNI yang adaptif. Sehingga, TNI membutuhkan perwira-perwira yang adaptif, tidak alergi perubahan, mampu melihat trend, bersinergi dan tidak berpikiran sempit.

Artikel Menarik Lainnya:

fauzi
fauzi

Fauzi

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU