The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tersangka Pelecehan saat Rapid di Bandara Soetta Sudah Hilang Sejak Viral
Cek poin pemeriksaan kesehatan di Bandara Soekarno Hatta. (Instagram/soekarnohattaairport)
News

Tersangka Pelecehan saat Rapid di Bandara Soetta Sudah Hilang Sejak Viral

Kabur.

Kamis, 24 September 2020 18:05 WIB 24 September 2020, 18:05 WIB

INDOZONE.ID - Seorang pria berinisial EFY sekaligus tersangka kasus viralnya seorang wanita yang mengaku dilecehkan serta diperas saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) tengah diburu oleh polisi. Polisi menyebut tersangka sudah hilang sejak kasus ini viral dan semakin mencuat.

"Masih kita lakukan pengejaran pada yang bersangkutan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/9/2020).

Yusri mengatakan dari hasil pemeriksaan sejumlah saksi, tersangka sudah menghilang sejak kasus itu semakin mencuat dan saat tersangka sudah dipecat oleh PT Kimia Farma. Polisi sendiri juga tidak menemukan tersangka di kediamannya.

"Menurut keterangan pengelola rapid test di Bandara ini setelah viral tanggal 18 kemarin di media sosial ada tindakan tegas untuk memecat yang bersangkutan sehingga setelah dicek kemarin di tempat kosnya tidak ada, dicek di tempat keluarganya tidak ada," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

Kasus ini bermula saat korban ingin melakukan penerbangan dan berniat melakukan rapid test di Bandara Soetta. Hasil rapid itu menunjukan jika korban reaktif Covid-19 namun yang diduga oknum dokter itu menawarkan mengubah data hasil rapid tes korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp1,4 juta.

Setelah korban menyetujuinya, diduga oknum dokter itu langsung melakukan tindakan pelecehan terhadap korban. Korban langsung menceritakan kejadian itu di media sosial dan viral di lini masa.

Dalam kasus ini, pihak kepolisian juga sudah jemput bola dengan mendatangi korban di Bali untuk melakukan pemeriksaan terkait kronologi kasus itu. Korban juga sudah resmi melaporkan kasus itu ke pihak kepolisian.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US