The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kabar Duka! Hakim Cantik Meninggal Akibat COVID-19, Curhat Suami Viral, Ini Kronologisnya
Hakim cantik bernama Amirah Lahaya. (Twitter @ihsanjie)
News

Kabar Duka! Hakim Cantik Meninggal Akibat COVID-19, Curhat Suami Viral, Ini Kronologisnya

Sabtu, 26 September 2020 19:31 WIB 26 September 2020, 19:31 WIB

INDOZONE.ID - Kabar duka datang dari seorang hakim wanita yang bekerja di Pengadilan Negeri Takalar, Sulawesi Selatan, Amirah Lahaya.

Amirah meninggal dunia akibat COVID-19, Rabu (23/9/2020).

Tak lama usai dikebumikan di Pemakaman Khusus COVID-19 di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan, sang suami, Muhammad Ihsan Harahap Daeng Rate, menuliskan curahan hatinya di media sosial Twitter.

Cuitan panjang Ihsan yang menyentuh hati itu pun viral.

Pada cuitannya tersebut, Ihsan menjelaskan rinci kronologis dan detik-detik terakhir Amirah sebelum meninggal dunia.

"Tepat 7 hari lalu, Jumat (18/09/2020), saat masih di-opname di RS non-covid, kamu ingin menonton adegan ketika Zainuddin dan Hayati berbincang di akhir film, di mana Hayati membacakan surat perpisahannya. Seolah itu pesanmu sendiri kepadaku bahwa sebentar lagi kita akan berpisah," tulis Ihsan melalui akun @ihsanjie, Jumat (25/9/2020).

Saat itu, Ihsan dan Amirah sedang menonton film di rumah sakit non-COVID-19. Sesaat kemudian, dokter menghubungi Ihsan dan menyampaikan kabar mengejutkan.

"Kita selesai menonton film itu pada pukul 10.00 pagi. Tidak lebih dari 15 menit kemudian, dokter menelfonku, aku terisak. Aku sengaja mengambil jarak darimu. Dokter mengatakan hasil swab kemarin positif. Di sanalah Allah memberikan tanda kepergianmu," tulisnya.

Setelah dinyatakan positif COVID-19, Amirah langsung dibawa ke rumah sakit yang khusus menangani virus tersebut.

"Siang hari menjelang sore, kamu dipindahkan ke RS Sayang Rakyat, 1 dari 3 RS di Sulsel yg khusus menangani covid. Ingatkah kamu, kita berangkat pukul 15.10? Itulah saat terakhir kali aku mendampingimu di dalam ambulans. Sesampai di RS, kita berpisah. Aku diminta isolasi mandiri," tulis Ihsan.

"Esoknya, Sabtu (19/09/2020), dokter mengabariku bahwa kamu harus dipindahkan ke ICU. Memang kadar trombosit, leukosit, dll, dalam darahmu terus turun semenjak diopname di RS sebelumnya. Tubuhmu berjuang melawan virus itu. Engkau selalu mengabariku meski sakitmu semakin parah."

"Ahad, 20 September 2020, tepat di ulang tahunku yang ke-28, kamu mengucapkan selamat untukku. Meski hatiku hancur lebur. Kamu, Aruna, aku, tinggal di tiga tempat berbeda. Kusemangati kamu untuk terus berjuang hingga sembuh."

"Namun kondisimu terus menurun. Senin berlalu, selasa berlalu. Rabu datang, dan kamu telfon aku baik-baik, meminta izin untuk dipasangkan ventilator karena saturasi oksigen di tubuhnya tinggal 74%. Kubaca di internet, saturasi untuk tetap hidup minimal 95%."

"Dokter menelfonku bahwa setelah dipasangi ventilator, saturasinya naik ke 90%. Beberapa menit kemudian, dokter memberitahu lagi, saturasinya turun sedikit demi sedikit. Aku diminta berdoa."

"Tidak berapa lama, seorang perempuan menelfonku, dia perawat di ruangan ICU. "Ibu sudah tidak ada, pak". Di situlah duniaku tiba-tiba gelap, langit runtuh, tanah yang kupijak amblas ditelan bumi."

Sebelumnya, curahan hati seorang lelaki yang ditinggal istrinya meninggal dunia viral di media sosial Twitter.

Lelaki itu bernama Muhammad Ihsan Harahap Daeng Rate.

Dia merupakan suami dari Amirah Lahaya, seorang wanita yang berprofesi sebagai hakim di Pengadilan Negeri Takalar, Sulawesi Selatan.

Amirah meninggal akibat COVID-19 viral di media sosial.

Awalnya, Ihsan menceritakan bahwa istrinya tersebut telah dua hari dikebumikan di Pemakaman Khusus COVID-19 di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan.

"Bismillah, ini hari kedua sejak istriku dimakamkan di Pemakaman Khusus Covid di Macanda, Gowa, Sulawesi Selatan. Setelah pemakaman di malam itu, aku kembali lagi ke rumah isolasi mandiri. Seorang diri," tulis akun @ihsanjie, Jumat (25/9/2020).

Setiap mengingat Amirah, air mata Ihsan tak kuasa menetes. Namun Ihsan tetap berupaya tegar setelah mengingat pesan istrinya tersebut.

"Setiap kali air mataku jatuh, aku ingat kembali nasehat istriku sewaktu hidup. 'Kanda, Allah mengangkat derajat orang yang ikhlas.' Itu salah satu nasehat yang sering disampaikan istriku ketika aku sedih & pesimis. Atau ketika di tengah malam aku menangis karena mimpi buruk," sambungnya.

Bagi Ihsan, Amirah bukan hanya sekadar istri. Melainkan juga guruku. 

"Orang yang membuat pribadi dan hidupku jauh lebih baik. Dalam hidupnya, tidak pernah sekalipun ia tidak mendukungku. Ia menyemangatiku, mendoakanku, mencita-citakan kebaikan untukku, menjaga nama baikku," tulisnya.

Ihsan mengatakan, istrinya tersebut selalu menyemangatinya. Dia punya sapaan favorit buat Ihsan, yakni kanda.

Ihsan pun mengaku sudah mengikhlaskan semua yang terjadi. Dia sadar bahwa ini merupakan ketetapan Yang Maha Kuasa.

Ihsan juga mengunggah percakapan terakhirnya dengan Amirah.

"Beberapa jam menjelang kepergianmu, kamu masih sempat menghubungiku, meminta untuk mengikhlaskan keadaanmu yang telah seminggu terbaring. Aku iyakan, aku ikhlaskan, agar hatimu damai. Hari itu, tak pernah kusangka, perjanjianmu dengan Allah SWT sudah sampai di penghujungnya," tulis Ihsan.

"Kini engkau sedang menuju sebuah kampung, di mana aku dan Aruna serta semua manusia akan tiba waktunya juga untuk turut berangkat ke sana. Kampung itu adalah kampung Akhirat. Allah ternyata sudah sangat rindu untuk memelukmu, Amirah," sambungnya.

Lebih lanjut, Ihsan memohon doa buat anak mereka yang masih berusia 16 bulan, Aruna Zakiyah Ihsan.

"Mohon doanya untuk Aruna Zakiyah Ihsan. Putri kami yang berusia 16 bulan. Semoga Aruna tumbuh menjadi anak yang sehat, salehah, cerdas, dan bermanfaat untuk orang banyak," tulis Ihsan.

Simak unggahan Ihsan selengkapnya di bawah ini:

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US