The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sempat Dilarang 2 Tahun, Masjid Ini Akhirnya Boleh Azan Lagi Walau Cuma Sekali Seminggu
ILUSTRASI - Tampak depan Masjid dan Pusat Kebudayaan Islam NBS yang terletak Flughafenstr 43 Berlin, Jerman, sebagaimana dikunjungi pada Sabtu (14/10/2017). (ANTARA/Juwita Trisna Rahayu)
News

Sempat Dilarang 2 Tahun, Masjid Ini Akhirnya Boleh Azan Lagi Walau Cuma Sekali Seminggu

Sabtu, 26 September 2020 17:33 WIB 26 September 2020, 17:33 WIB

INDOZONE.ID - Muazin di sebuah masjid di Oer-Erkenschwick diizinkan untuk terus mengumandangkan azan. 

Keputusan itu diambil pengadilan yang lebih tinggi dari pengadilan sebelumnya.

Seperti diketahui, pengadilan pertama sempat melarang masjid tersebut mengumandangkan azan.

Dilansir dari DW Indonesia, pengadilan di Münster, Jerman mengizinkan masjid di Oer-Erkenschwick kembali menyuarakan azan, Rabu (23/9/2020).

Keputusan itu diambil oleh pengadilan lebih tinggi dari pengadilan sebelumnya yang mengabulkan sebuah gugatan atas kasus di Kota Oer-Erkenschwick, negara bagian Nordrhein-Westfallen.

"Setiap masyarakat harus menerima bahwa kita harus memahami orang lain dalam menjalankan keyakinan mereka," kata hakim ketua Annette Kleinschnittger.

Keputusan pengadilan sebelumnya telah memerintahkan masjid untuk menghentikan azan pada tahun 2018, setelah pasangan Kristen yang tinggal sekitar satu kilometer dari masjid, mengajukan keluhan.

Argumentasi yang disampaikan penggugat mengutip undang-undang kebebasan beragama negatif, mengenai hak untuk terhindar dari ekspresi keyakinan lainnya. 

Namun pengadilan di Münster menemukan bagian dari undang-undang tentang kebebasan beragama tersebut, bahwa yang dimaksudkan bukan seperti yang disampaikan penggugat. 

Menurut pengadilan inti dari undang-undang itu adalah berusaha melindungi individu dari pemaksaan untuk untuk terlibat dalam ritual keagamaan yang bertentangan dengan kehendak mereka.

Keluhan pasangan yang tinggal di sekitar masjid itu lebih berfokus pada konten dari yang disampaikan oleh muazin, ketimbang persoalan kebisingan, demikian pengacara pasangan itu menjelaskan dengan menambahkan bahwa hal itu "tidak bisa dibandingkan dengan dentang lonceng di gereja-gereja".

Sebelum dicabut izinnya, masjid di kota itu biasa melakukan azan selama dua menit, seminggu sekali. 

Mereka diberi izin untuk azan dengan menggunakan pengeras suara, maksimal 15 menit. 

Masjid ini dikelola oleh DITIB, kelompok payung Islam terbesar yang beroperasi di Jerman yang mewadahi 900 masjid. 

Banyak para imamnya dididik, dibiayai dan dikirim oleh pemerintah Turki. Kelompok itu berada dalam pengawasan badan intelijen domestik.

Pengadilan Administratif Gelsenkirchen, yang mencabut izin masjid itu pada tahun 2018, menyatakan dalam putusannya bahwa pejabat setempat hanya mempertimbangkan tingkat kebisingan dan bahwa pihak masjid belum berkonsultasi dengan baik dengan lingkungan sekitar terkait penerimaan sosial atas suara azan tersebut. 

Namun putusan awal itu juga tidak setuju bahwa azan dianggap melanggar kebebasan beragama bagi yang mendengarnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US