The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ganjil Genap Berlaku, PSI: Mungkin Pak Anies Baswedan Lelah dan Bingung
Rambu pembatasan kendaraan ganjil genap di kawasan Matraman, Jakarta Timur. (ANTARA/Akbar Nugroho)
News

Ganjil Genap Berlaku, PSI: Mungkin Pak Anies Baswedan Lelah dan Bingung

Meningkatkan penyebaran virus corona.

Selasa, 04 Agustus 2020 10:33 WIB 04 Agustus 2020, 10:33 WIB

INDOZONE.ID - Peningkatan angka positif Covid-19 di DKI Jakarta terus melambung meskipun penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi telah diperpanjang berkali-kali oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Kebijakan ini kemudian diikuti lagi dengan penerapan kebijakan Ganjil-Genap.

Menanggapi penanganan Covid-19 yang tak urung maju, Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Anthony Winza menilai kebijakan untuk penanganan Covid-19 dengan memberlakukan kembali ganjil genap ini kontra produktif untuk mempercepat penanganan pandemi tersebut.

“Kebijakan ganjil genap bertujuan untuk mendorong masyarakat menggunakan transportasi umum. Namun, di masa pandemi Covid-19, transportasi umum memiliki risiko tinggi. Oleh karena itu, kebijakan ganjil genap justru akan meningkatkan penyebaran virus," kata Anthony Winza di Jakarta, Selasa (4/8/2020)

Bagi mereka, Dinas Perhubungan DKI Jakarta beralasan, kebijakan ganjil genap diberlakukan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Pasalnya, volume lalu lintas meningkat mendekati normal dibandingkan dengan kondisi lalu lintas pada Februari 2020 sebelum diberlakukan PSBB.

“Lalu lintas memang mulai macet, tapi pandemi Covid-19 belum terkendali. Bahkan saat ini kondisinya jauh lebih parah jika dibandingkan dengan masa PSBB. Jika ganjil genap diberlakukan, maka akan semakin banyak warga Jakarta yang berdesak-desakan di transportasi umum. Kebijakan ini sangat membingungkan,” ucap Anthony.

Anthony menduga, kebijakan ganjil genap ini hanya memikirkan transportasi namun mengabaikan kesehatan masyarakat. Dia menyarankan agar Pemprov DKI mempertimbangkan kepentingan yang lebih besar, bukan berpikir secara sektoral.

“Di tengah pandemi begini, buat apa memaksakan ganjil genap? Mungkin Pak Anies lelah dan bingung, sehingga akhirnya mengeluarkan kebijakan yang saya rasa bertentangan dengan logika akal sehat," tuturnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Yulia Marianti
Wilfridus Kolo
JOIN US
JOIN US