The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

 Potret Bandara Lombok Didominasi Lion, Fahri Hamzah: Maskapai Garuda Kehilangan Tenaga
Fahri Hamzah politisi Partai Gelora yang merupakan mantan anggota DPR RI. (Antara Foto)
News

Potret Bandara Lombok Didominasi Lion, Fahri Hamzah: Maskapai Garuda Kehilangan Tenaga

Jumat, 26 Maret 2021 14:52 WIB 26 Maret 2021, 14:52 WIB

INDOZONE.ID - Fahri Hamzah mantan anggota DPR RI menyoroti bisnis penerbangan dalam negeri khususnya maskapai nasional Garuda Indonesia yang tampaknya kehilangan tenaga.

"Meski saya terbiasa naik GARUDA tapi nampaknya GARUDA Kehilangan tenaga. Re-orientasi pengelolaan BUMN harus dilakukan. Visi Bisnis “BUMN bersaing dengan bisnis rakyat” tak bisa lagi dipertahankan. BUMN harus keluar dari persaingan itu. Kalau tidak nanti malu sendiri," kata Fahri Hamzah melalui akun Twitternya seperti yang dikutip Indozone, Jumat (26/3/2021).

Maskapai milik Badan Usaha Milik Negera (BUMN) itu yang terlihat kehilangan tenaga terlihat di Bandara Lombok yang didominasi maskapai Lion Air. Tak ada satupun maskapai yang bisa bersaing termasuk Garuda sendiri.

"Hari ini, Saya menghitung lalu lintas pesawat di bandara Lombok ini. Pagi tadi,  ada 6 pesawat parkir, semuanya LION dan tak ada satupun GARUDA sore ini tak jauh beda," twit Fahri Hamzah.

Padahal selama ini kata politisi Partai Gelora itu mempercayakan keselamatan dirinya menggunakan transportasi udara hanya menggunakan maskapai Garuda Indonesia.

"Saya termasuk yg percaya bahwa dalam industri ini NEGARA sulit bertahan melawan SWASTA (rakyat). Setuju?," sebutnya.

Kendati bisnis penerbangan saat ini sedang lesu karena dampak pandemi Covid-19, namun berbeda dengan Indonesia yang bisa mengandalkan penerbangan domestiknya. Di dalam negeri bisnis ini justru tetap moncer, meski ada pembatasan.

Penampakan Bandara di Lombok didominasi maskapai Lion Air yang parkir pesawat. (Twitter)
Penampakan Bandara di Lombok didominasi maskapai Lion Air yang parkir pesawat. (Twitter)

"Semua negara yang punya #BisnisAirline sudah keluar kecuali mereka yang bisnis ini menjadi jantung kehidupan negaranya seperti singapore (SQ), Qatar, Emirat, dll yang kalau tak ada penerbangan internasional negaranya akan sepi dan mati karena terlalu kecil. Beda dgn kita!" sebutnya.

Sementara itu Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Inaca menyiapkan lembar putih (white paper) berisikan tentang proyeksi kapan penerbangan nasional akan pulih seperti keadaan normal sebelum pandemi ini terjadi.

"Tidak dipungkiri bahwa sektor transportasi, khususnya angkutan udara, paling terdampak dengan pandemi COVID-19 ini. Sebagai satu-satunya asosiasi perusahaan penerbangan di Tanah Air, saat ini kami tengah menyelesaikan lembar putih industri penerbangan nasional," kata Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja dalam keterangan tertulis di Jakarta.

Dikatakan, dalam penyusunan lembar putih ini pihaknya telah melakukan kajian yang mendalam dan bekerja sama dengan para akademisi perguruan tinggi serta didukung juga oleh Kementerian dan lembaga terkait industri penerbangan nasional.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US