The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Indonesia Masuk Daftar Negara Terbanyak Utang, Kemenkeu: Kecil Dibanding Negara G20 Lain
Menteri Keuangan Sri Mulyani .(ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
News

Indonesia Masuk Daftar Negara Terbanyak Utang, Kemenkeu: Kecil Dibanding Negara G20 Lain

Rabu, 14 Oktober 2020 18:46 WIB 14 Oktober 2020, 18:46 WIB

INDOZONE.ID - Bank Dunia menerbitkan laporan International Debt Statistics (IDS) 2021. Dalam laporan itu, Indonesia masuk dalam daftar 10 negara dengan Utang Luar Negeri (ULN) terbesar.

Kementerian Keuangan pun menanggapi laporan yang diterbitkan pada Senin (12/10/2020) lalu tersebut. 

Kementerian Keuangan menilai utang Indonesia masih relatif kecil dibanding negara anggota G20 lainnya.

Sebab, pemerintah telah mengelolanya dengan hati-hati dan akuntabel.

Hal ini merupakan isi siaran pers yang dirilis Kementerian Keuangan seperti dilansir dari ANTARA, Rabu (14/10/2020).

“Pemerintah mengelola utang dengan prinsip kehati-hatian (pruden) dan terukur,” demikian kutipan keterangan tertulis tersebut.

Dalam salah satu bagian laporan Bank Dunia menyebutkan perbandingan beberapa negara berpendapatan kecil dan menengah dengan ULN terbesar termasuk Indonesia.

Di sisi lain, laporan perbandingan itu tidak menyertakan negara maju melainkan negara kategori berpendapatan kecil dan menengah sehingga posisi Indonesia masuk dalam golongan 10 negara dengan ULN terbesar.

Di samping itu, struktur ULN Indonesia tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 88,88 persen dari total ULN.

Pada paparan perbandingan terlihat utang Indonesia di antara negara-negara lain terhitung besar karena ekonomi Indonesia masuk dalam kelompok negara G-20 pada urutan ke-16.

Menurut Kementerian Keuangan, dengan ekonomi yang besar maka utang pemerintah yang tanpa BUMN dan swasta masih relatif rendah yakni 29,8 persen pada Desember 2019.

Kementerian Keuangan menyebutkan jika dilihat dari daftar 10 negara maka posisi Indonesia jauh di bawah negara lain yang sebagian besar utang pemerintahnya di atas 50 persen.

Negara-negara tersebut adalah China 46,8 persen, Brazil 76,5 persen, India 68,3 persen, Rusia 13,5 persen, Mexico 46 persen, Turkey 30,4 persen, Indonesia 29,8 persen, Argentina 86 persen, Afrika Selatan 56,7 persen, dan Thailand 41,2 persen.

Merujuk pada publikasi bersama Kemenkeu dan BI, yaitu Statistik Utang Luar Negeri Indonesia (SULNI) maka utang LN Indonesia terdiri dari ULN pemerintah pusat, BUMN dan swasta.

Posisi ULN pemerintah pusat hingga Desember 2019 sebesar 199,88 miliar dolar AS atau hanya 49 persen dari total ULN Indonesia.

Kemenkeu menjelaskan data publikasi IDS Bank Dunia didasarkan pada data SULNI tersebut.

“Pemerintah berulang kali menjelaskan data ULN dalam SULNI dimaksud tidak hanya terdiri dari ULN pemerintah namun termasuk data ULN BI, BUMN, dan swasta,” tulis Kemenkeu.

Kemenkeu memastikan akan terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia untuk memantau perkembangan ULN dan mengoptimalkan perannya dalam mendukung pembiayaan pembangunan.

“Tentunya dengan meminimalisasi risiko yang dapat mempengaruhi stabilitas perekonomian,” tulis siaran pers Kemenkeu.


Artikel menarik lainnya

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US