The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hore! Gubernur Anies Baswedan Izinkan Buka Puasa di Restoran atau Rumah Makan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (Instagram/aniesbaswedan)
News

Hore! Gubernur Anies Baswedan Izinkan Buka Puasa di Restoran atau Rumah Makan

Sabtu, 10 April 2021 09:10 WIB 10 April 2021, 09:10 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengizinkan masyarakat melakukan buka puasa bersama di restoran atau rumah makan, selama Ramadan 1442 H yang akan segera dimulai.

Yang penting, pengunjung menaati protokol kesehatan. Karena itulah, Anies meminta pelaku usaha restoran dan rumah makan tetap menginformasikan soal protokol kesehatan Covid-19 kepada pengunjung.

"Prinsipnya adalah 50 persen di dalam kegiatan apapun. Jadi, apakah makan pagi, apakah makan malam, apakah makan sore, apakah disebut iftar, apakah disebut buka, apakah disebut sahur, semuanya harus taat prokes, termasuk 50 persen itu," kata Anies, Jumat (9/4/2021).

Menurut Anies, makan malam di restoran dan buka puasa di restoran tidak ada bedanya. Yang penting tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Apa bedanya buka puasa dengan makan malam? Karena sesungguhnya, kegiatan makan malam ataupun kegiatan buka puasa sama-sama membuka masker. Sama-sama harus melakukan aktivitas yang memiliki potensi penularan," tambahnya.

Restoran tetap boleh menerima pengunjung yang hendak buka puasa bersama, namun kapasitasnya harus dikurangi 50% dari total kapasitas biasa.

"Maka pengelola restoran, pengelola tempat makan harus secara disiplin mengatur posisi duduk, harus secara disiplin mengatur kapasitas maksimal," kata Anies.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy juga mengizinkan ibadah salat tarawih dan Idul Fitri, selama menerapkan protokol kesehatan ketat.

"Khusus mengenai kegiatan ibadah selama Ramadhan dan kegiatan Idul Fitri yaitu shalat tarawih dan Idul Fitri. Pada dasarnya, diperkenankan atau diperbolehkan. Yang harus dipatuhi adalah protokol kesehatan harus dilaksanakan dengan ketat," kata Muhadjir, Senin (5/4/2021).

Namun, salat tarawih harus dibatasi pada komunitas. Maksudnya adalah para jemaah sudah saling kenal satu sama lain, sehingga jemaah dari luar daerah tidak diizinkan ikut salat tarawih di daerah lain.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US