The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemuda Bilang Wanita Wajib Diinjak-injak Bikin Marah Netizen, Ini Respons Komnas Perempuan
Madian Purnomo keluarkan pernyataan kontroversial soal wanita wajib diinjak-injak (Twitter/@madianpurnomo_)
News

Pemuda Bilang Wanita Wajib Diinjak-injak Bikin Marah Netizen, Ini Respons Komnas Perempuan

Jangan lakukan kekerasan perempuan secar verbal.

Rabu, 03 Juni 2020 20:23 WIB 03 Juni 2020, 20:23 WIB

INDOZONE.ID - Pemilik akun Twitter Median Purnomo menyulut amarah netizen saat mengeluarkan pernyataan kontroversial mengenai wanita. Dalam sebuah unggahannya, dia menulis wanita wajib diinjak-injak.

"Perawan atau tidak, cantik atau tidak, wanita wajib di injek-injek," tulis Madian Purnomo di akun Twitternya.

Netizen merasa Median Purnomo seolahtak ingat betapa besar perjuangan ibunya yang juga seorang wanita saat mengandung dan membesarkannya.

"Coba gmn rasa ny klw ibu ny sma saudara perempuan dn anak gadis ny di perlakukn seperti yg dia bilang...apa dia akn terima...????apa akn sakit hati ny..atw akn mengeluarkn air mata kah atau tidak...???" tanya pemilik akun Twitter Qirey Umihibia Nur.

Melihat reaksi kemarahan netizen atas unggahan Median Purnomo yang cenderung mengandung konten kekerasan terhadap perempuan secara verbal, Komisioner Komisi Nasional (Komnas) Perempuan Mariana Amiruddin angkat bicara.

kekerasan terhadap perempuan, madian purnomo, wanita wajib diinjak-injak, viral,
Tangkapan layar Madian Purnomo saat bilang wanita wajib diinjak-injak di Twitter (@madianpurnomo_)

Menurut Mariana, saat ini netizen Indonesia sudah mulai menganggap isu-isu kekerasan terhadap perempuan wajib dibela. Hal ini terbukti, dari bagaimana reaksi kemarahan netizen jika ada isu kekerasan terhadap perempuan di medsos.

"Netizen mulai ada kesadaran tidak etis jika ada ucapan yang mengandung konten kekerasan terhadap perempuan baik itu secar verbal. Bahkan, saat ini lebih banyak netizen laki-laki yang menghakimi mereka yang melecehkan perempuan dan mereka lebih marah," tutur Mariana saat berbincang dengan Indozone, Rabu (3/6/2020).

Dia pun berpesan kepada siapa pun untuk lebih bijak dalam menggunakan medsos. Jangan, melakukan kekerasan terhadap perempuan secara verbal bila tidak ingin di-bully atau dihakimi netizen.

"Di manapun sejak dini sudah harus hati-hati mambuat pernyataan terkait kekerasan terhadap perempuan, karena dampaknya menyakiti, merendahkan perempuan, seperti kata-kata wanita wajib diinjak-injak itu," tegas aktivis gerakan perempuan itu.

"Saat ini masyarakat sudah saling mengedukasi. Apalagi, di zaman kecanggihan internet sudah terlihat ada sanksi sosial misal di-bully saat coba-coba melakukan kekerasan terhadap perempuan secar verbal," pungkasnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US