The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cokelat Berusia 121 Tahun dari Perang Boer Kedua Berhasil Ditemukan, Hadir Utuh!
Tampilan cokelat berusia 121 tahun. (photo/Dok. Asia One via REUTERS)
News

Cokelat Berusia 121 Tahun dari Perang Boer Kedua Berhasil Ditemukan, Hadir Utuh!

Jumat, 02 April 2021 15:56 WIB 02 April 2021, 15:56 WIB

INDOZONE.ID - Sebatang coklat yang berusia 121 tahun, dari batch yang dipesan oleh Ratu Victoria untuk pasukan Inggris yang bertempur di Afrika Selatan, telah ditemukan dalam kaleng aslinya di loteng rumah bangsawan Inggris. 

Cokelat itu dimiliki bangsawan Inggris yang bertempur dalam Perang Boer Kedua, Sir Henry Edward Paston-Bedingfield, dan ditemukan di kotak helmnya di rumah leluhur keluarganya, Oxburgh Hall yang telah berusia 500 tahun di Norfolk, Inggris Timur. Melihat hal itu, Kurator Warisan Budaya di National Trust yaitu Anna Forest memberikan komentarnya.

"Meskipun ... Anda tidak akan menginginkannya sebagai suguhan Paskah Anda, itu masih lengkap dan penemuan yang luar biasa," ungkapnya. 

Tutup kaleng bertuliskan tulisan tangan Victoria yang bertuliskan "Saya mengucapkan selamat Tahun Baru" dan tulisan "Afrika Selatan 1900", serta potret ratu.

National Trust mengatakan pihaknya yakin Henry menyimpan helm dan cokelat sebagai kenang-kenangan dari partisipasinya dalam perang. Barang-barang itu ditemukan di antara barang-barang putrinya Frances Greathead setelah kematiannya pada usia 100 tahun pada 2020 lalu. 

Sekadar informasi, Perang Boer Kedua dari tahun 1899 hingga 1902, mengadu domba pasukan Inggris melawan pasukan dua negara Afrika Selatan merdeka yang dijalankan Boer, petani berbahasa Afrikaans, yang ditemukannya simpanan emas dan berlian dalam jumlah besar. 

Ratu Victoria meminta 10.000 batang setengah pon cokelat untuk tingkatkan semangat di antara pasukan di sana. Tiga produsen cokelat utama Inggris pada waktu itu, Cadbury, Fry, dan Rowntree dijalankan Quaker yang menentang perang, menolak untuk menerima pembayaran atas pesanan dan mengemas cokelat dalam kaleng tidak bermerek. 

Tetapi, ratu bersikeras tentara Inggris harus tahu makanan mereka datang dari 'rumah', dan produsen mengalah dan mencap beberapa cokelat meskipun bukan kalengnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US