The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pimpinan MPR Minta Pemerintah Segera Investigasi Kebocoran Data 279 Juta WNI
Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (photo/Instagram/@bambang.soesatyo)
News

Pimpinan MPR Minta Pemerintah Segera Investigasi Kebocoran Data 279 Juta WNI

Jumat, 21 Mei 2021 15:18 WIB 21 Mei 2021, 15:18 WIB

INDOZONE.ID - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo meminta pemerintah dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama Polri melakukan investigasi terkait dugaan bocornya data 279 juta masyarakat Indonesia.

Sejauh ini, Kominfo menduga kebocoran data itu berasal dari data  peserta jaminan sosial kesehatan yang dikelola BPJS Kesehatan. Data penduduk Indonesia tersebut dijual di forum peretas Raid Forums pada 12 Mei 2021.

"Kebocoran data tersebut bukan persoalan main-main, bukan persoalan kecil namun sangat serius," kata Bambang Soesatyo dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Menurut pria yang akrab disapa Bamsoet itu, di era teknologi informasi saat ini data merupakan kekayaan nasional yang patut dijaga.

Menurut dia, kedaulatan data menunjukan kedaulatan sebuah bangsa bahkan Presiden Joko Widodo menegaskan, data adalah "new oil", yaitu lebih berharga dari minyak.

"Selain ada kepentingan ekonomi yang tidak proper, kebocoran data tersebut menyangkut keamanan privasi warga negara Indonesia. Sekaligus menunjukkan perangkat hukum keamanan siber kita tidak kuat," ujarnya.

Ia mengatakan selain kejadian tersebut, tren kejahatan siber juga semakin meningkat misalnya berdasarkan laporan kepolisian hingga November 2020, terjadi sebanyak 4.250 laporan kejahatan siber.

"Pada tahun 2019 jumlahnya mencapai 4.586 laporan, sedangkan pada tahun 2018 sebanyak 4.360 laporan," katanya.

Menurut dia, selain kebocoran data, kejahatan siber memiliki ragam jenis, antara lain penipuan daring, penyebaran konten provokatif, pornografi, akses perjudian, pemerasan, peretasan sistem elektronik perbankan, intersepsi ilegal, hingga pengubahan tampilan situs dan gangguan sistem manipulasi data.

Politisi Partai Golkar itu mengutip data Pusat Operasi Keamanan Siber Nasional BSSN mencatat pada Januari-November 2020 terdapat 423 juta serangan siber ke Indonesia.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Victor Median

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US