The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jokowi Langsung Telepon Kapolri, Dicurhati Sopir Ditodong Preman Pakai Celurit di Priok
Presiden Jokowi telepon Kapolri Listyo Sigit Prabowo. (Youtube)
News

Jokowi Langsung Telepon Kapolri, Dicurhati Sopir Ditodong Preman Pakai Celurit di Priok

Jumat, 11 Juni 2021 11:48 WIB 11 Juni 2021, 11:48 WIB

INDOZONE.ID - Maraknya kegiatan pungutan liar (pungli) di kawasan Tanjung Priok membuat Presiden Jokowi gerah hingga menelepon langsung Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Setelah Jokowi menelepon Kapolri, 24 pelaku langsung ditangkap oleh pihak kepolisian setelah Jokowi mendapatkan laporan langsung dari para sopir truk kontainer di terminal Tanjung Priok.

Hal itu diketahui dari siaran YouTube Setpres. Jokowi, dalam siaran itu, sedang bertemu dengan para sopir truk saat meninjau pelaksanaan vaksin di JICT Tanjung Priok. Saat itulah Jokowi mendengarkan keluhan dari para sopir truk soal maraknya pungli. 

"Pak Kapolri, pagi, nggak ini saya di Tanjung Priok banyak keluhan dari para driver kontainer yang berkaitan dengan pungutan liar, pungli," kata Jokowi kepada Kapolri seperti yang dikutip dari Youtube Setpres, Jumat (11/6/2021).

Presiden Jokowi saat berada di Pelabuhan Tanjung Priok. (Youtube)
Presiden Jokowi saat berada di Pelabuhan Tanjung Priok. (Youtube)

Kata Jokowi pungli tersebut dilakukan di Fortune, di NBC PT, kemudian di Depo Dipa.

"Pertama itu, yang kedua juga kalau pas macet itu banyak driver-driver yang dipalak sama preman-preman, ini keluhan ini tolong bisa diselesaikan, itu aja Pak Kapolri," bebernya.

Sigit Prabowo kemudian siap melaksanakan perintah dari Jokowi.

"Siap laksanakan pak," jawab Sigit ketika itu.

Agung seorang sopir kontainer mengelukan aksi premanisme yang dilakukan di kawasan Tanjung Priok.

Dulu situasinya luar biasa macet karena di jalan aksesnya terjadi pembangunan tol.

"Akibat proses bongkar muat di Pelabuhan, kami juga mengalami tindakan kriminalitas ketika macet. Banyak teman-teman mengeluhkan sampai hari ini mengalaminya," katanya.

Pada saat terjadi kemacetan ini, para preman melakukan aksinya naik ke atas truk hingga ditodong pakai senjata tajam lalu barang-barangnya diambil.

"Di Tanjung Priok ini sebutannya asmoro pak. Yang ketika macet itu, dia mengambil barang dari kendaraan secara diam-diam," katanya.

Kemudian Agung mengungkap kalau para preman yang melakukan pungli dilakukan secara terorganisir bahkan sampai nekat bawa celurit untuk menodong para sopir.

"Kalau dia naik ke mobil itu, kita ditodong pak. Kemudian diminta barang-barang kita hanphone, dompet, ujang jalan habis," bebernya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US