The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menlu Retno Tegaskan Penolakan UAS di Singapura Tak Ada Kaitannya dengan Pemerintah
Menlu Retno Marsudi (INDOZONE/Harits Tryan Akhmad)
News

Menlu Retno Tegaskan Penolakan UAS di Singapura Tak Ada Kaitannya dengan Pemerintah

Murni ditolak oleh pemerintah Singapura.

Selasa, 31 Mei 2022 17:21 WIB 31 Mei 2022, 17:21 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno Marsudi menyatakan  bahwa penolakan Ustaz Abdul Somad (UAS) di Singapura tidak ada kaitannya dengan pemerintah.

Hal ini disampaikannya saat Kementerian Luar Negeri menggelar rapat kerja dengan Komisi I DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (31/5/2022). Adapun sebelumnya Anggota Komisi I DPR Mukhlis Basri di dalam rapat.

“Dapat kami tegaskan bapak bahwa tidak ada pesanan sama sekali dari pihak Indonesia,” kata Retno.

Retno menyampaikan ketika mendapatkan kabar UAS ditolak masuk ke Singapura, pihak Kebubes Indonesia yang ada di Singapura melakukan beberapa hal.

“Dapat kami tegaskan bapak bahwa tidak ada pesanan sama sekali dari pihak indonesia dan begitu kita mendengar informasi itu KBRI kita,  pak Dubes kita sudah menjalankan kewajiban kewajibannya sesuai dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Baca Juga: Anggap Sebarkan Ajaran Ekstrimis Jadi Alasan Singapura Larang Masuk UAS

Sebelumnya diwartakan Pendakwah Ustadz Abdul Somad dikabarkan ditahan oleh imigrasi Singapura. Hal ini sebagaimana dilihat unggahan di akun instagram pribadi Ustadz Abdul Somad yakni @ustadzabdulsomad_official pada, Selasa (17/05/2022).

Dalam video itu memperlihatkan pria yang akrab disapa UAS ini berada di dalam ruangan kecil berukuran 1x2 meter. Bahkan dia bilang akan dideportasi dari Singapura.

“UAS (Ustad Abdul Somad) di ruang 1x2 meter seperti penjara di imigrasi, sebelum dideportasi dari Singapura,” kata dia sebagaimana dilihat Selasa (17/5/2022).

Kementerian Dalam Negeri Singapura memberikan penjelasan terkait penolakam Ustad Abdul Somad (UAS) di negaranya pada Senin (16/5/2022). Alasannya karena mereka menanggap UAS dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi.

“Somad dikenal menyebarkan ajaran ekstremis dan segregasi, yang tidak dapat diterima di masyarakat multi-ras dan multi-agama Singapura,” tulis Kementerian Dalam Negeri Singapura sebagaimana dalam keterangan persnya dikutip Rabu (18/5/2022).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US